Dalam sambutannya, Wilianto Tanta menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan PSMTI di Papua Barat Daya merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus hadir di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus memperkuat persaudaraan lintas suku, agama, dan budaya.
"Kehadiran PSMTI di Papua Barat Daya bukan sekadar memimpin organisasi, tetapi untuk merajut kebersamaan, berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat, serta berdiri di garda terdepan ketika masyarakat membutuhkan aksi kemanusiaan," ujar Wilianto Tanta.
Ia mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk segera menyusun program kerja yang berorientasi pada pelayanan masyarakat, memperkuat semangat gotong royong, menjaga kerukunan antarumat beragama maupun antarsuku, serta membangun sinergi yang erat dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
Menurut Wilianto, keberadaan PSMTI di Papua Barat Daya diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi warga Tionghoa, tetapi juga menjadi organisasi yang mampu memberikan manfaat luas bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Pelantikan PSMTI Papua Barat Daya juga merupakan bagian dari implementasi visi nasional organisasi dalam memperluas kepengurusan hingga seluruh provinsi di Indonesia.
Melalui penguatan struktur organisasi di berbagai daerah, PSMTI terus mempertegas eksistensinya sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan, persatuan, toleransi, dan keberagaman.
Selain itu, PSMTI berkomitmen memperluas pelayanan di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan, sekaligus membangun kemitraan strategis bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Dengan dilantiknya Fransiscus Adiwinata Thung beserta jajaran Pengurus PSMTI Provinsi Papua Barat Daya Masa Bakti 2026–2030, organisasi ini diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat persatuan bangsa sekaligus menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat Papua Barat Daya.














