Selain penyediaan fasilitas, program juga menghadirkan kompetisi budaya Nusantara, pertunjukan seni, permainan edukatif, aktivitas kolaboratif, hingga pengenalan keberagaman budaya Indonesia melalui media interaktif yang berhasil meningkatkan partisipasi aktif siswa.
Pada tahun kedua, program dikembangkan melalui sejumlah inovasi baru. Salah satunya Workshop Mading Budaya Nusantara, yang mengajak siswa menyusun majalah dinding bertema budaya Indonesia melalui eksplorasi rumah adat, kuliner, pakaian adat, alat musik tradisional, tarian daerah, cerita rakyat, hingga nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika.
Dr. Widya menilai kegiatan tersebut menjadi media yang efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi, berpikir kreatif, bekerja sama, sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Davao City, Agus Trenggono, memberikan apresiasi terhadap konsistensi Universitas Terbuka, khususnya MPBI Sekolah Pascasarjana, dalam menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia di luar negeri.
"Pendekatan playful learning merupakan inovasi yang efektif untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda diaspora secara menyenangkan dan bermakna. Kami berharap kolaborasi antara KJRI Davao, Sekolah Indonesia Davao, Universitas Terbuka, dan berbagai perguruan tinggi di Filipina dapat terus diperluas," kata Agus Trenggono.
Dalam kesempatan tersebut, tim PkM Universitas Terbuka juga menyampaikan apresiasi kepada KJRI Davao atas dukungan yang diberikan sejak tahun pertama, mulai dari fasilitasi koordinasi, pendampingan kegiatan, hingga penguatan kerja sama dengan Sekolah Indonesia Davao serta perguruan tinggi di Filipina seperti Mindanao State University (MSU) dan Nueva Ecija University of Science and Technology (NEUST).
Melalui program bertajuk Strengthening Cultural Identity through Playful Learning, Dr. Widya berharap pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga menjadi jembatan diplomasi pendidikan dan budaya Indonesia di tingkat internasional.
"Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi pendidikan berkelanjutan dalam mendukung pelestarian budaya Indonesia sekaligus memperkuat identitas kebangsaan anak-anak Indonesia yang tumbuh di luar negeri," tutupnya.















