Dr. Widya Rizky Pratiwi Perkuat Diplomasi Pendidikan Indonesia di Filipina Lewat Program Playful Learning untuk Anak Diaspora

Dr. Widya Rizky Pratiwi Perkuat Diplomasi Pendidikan Indonesia di Filipina Lewat Program Playful Learning untuk Anak Diaspora

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Filipina – Dosen Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka, Dr. Widya Rizky Pratiwi, S.Pd., M.M., kembali mengukuhkan peran perguruan tinggi dalam diplomasi pendidikan Indonesia melalui pelaksanaan International Community-Based Educational Program for Cultural Revitalization through Playful Learning for Indonesian Descent Children in Davao City, Philippines.

Memasuki tahun kedua pelaksanaan, program tersebut menjadi kelanjutan dari keberhasilan kegiatan pada 2025 yang dinilai mampu memperkuat identitas budaya Indonesia di kalangan anak-anak diaspora Indonesia di Davao City, Filipina.

Rangkaian kegiatan diawali dengan courtesy call di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City pada 27 Juli 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri Konsul Jenderal RI Agus Trenggono, jajaran Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KJRI Davao, Wakil Kepala Sekolah Indonesia Davao (SID), serta tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Terbuka.

Menurut Dr. Widya, program tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi merupakan upaya membangun kebanggaan generasi muda diaspora terhadap identitas Indonesia melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan.

"Program ini bukan hanya pengabdian kepada masyarakat, tetapi gerakan pendidikan berbasis budaya yang dirancang untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas Indonesia melalui pendekatan playful learning. Anak-anak tidak hanya mengenal budaya secara teori, tetapi mengalaminya secara langsung melalui permainan edukatif, seni, cerita rakyat, pakaian adat, lagu daerah, permainan tradisional, hingga proyek kreatif," ujar Dr. Widya.

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut bertujuan membangun ikatan emosional antara anak-anak diaspora dengan akar budaya Indonesia sejak usia dini.

Berbagai aktivitas dirancang secara interaktif sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kemampuan berbahasa, kolaborasi, serta rasa memiliki terhadap budaya Indonesia.

Keberhasilan program pada tahun pertama menjadi alasan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka kembali memberikan kepercayaan kepada tim untuk melanjutkan program pada tahun kedua.

Selama pelaksanaan sebelumnya, tim tidak hanya menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya, tetapi juga memberikan dukungan nyata kepada Sekolah Indonesia Davao berupa hibah televisi LED, printer, sound system, koleksi pakaian adat Indonesia, serta perangkat digital penunjang pembelajaran berbasis playful learning.