Salah satu strategi yang ditempuh adalah melakukan diversifikasi sumber pendapatan dengan meningkatkan kontribusi segmen non-subsidi dan produk non-pupuk.
Perusahaan juga memperluas sumber pasokan serta skema kontrak bahan baku. Langkah tersebut dilakukan untuk meredam dampak volatilitas harga komoditas global terhadap struktur biaya perusahaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pupuk Indonesia juga menjalankan transformasi melalui penguatan operational and digital excellence, holding business streamlining, distribusi public service obligation (PSO), serta penguatan bisnis komersial.
Dari sisi tata kelola, transformasi perusahaan turut didukung oleh penerbitan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 yang disebut menjadi salah satu momentum penting dalam mendorong efisiensi operasional perusahaan.
Revitalisasi Tujuh Pabrik
Sejalan dengan agenda transformasi, Pupuk Indonesia juga menyiapkan program peremajaan dan revitalisasi tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan.
Langkah tersebut dilakukan sejalan dengan arahan Danantara untuk mengoptimalkan portofolio aset BUMN agar semakin produktif dan memberikan nilai tambah.
Selain revitalisasi aset, Pupuk Indonesia menyiapkan sejumlah agenda pengembangan bisnis dalam beberapa tahun mendatang. Di antaranya ekspansi dan diversifikasi portofolio produk, pengembangan metanol dan turunannya, pengembangan bisnis clean ammonia, serta pengembangan bisnis industrial support.
Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas sumber pertumbuhan perusahaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap siklus harga komoditas.
Transformasi Berdampak pada Distribusi Pupuk Bersubsidi















