Untuk mendukung ekspansi tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan fasilitas kredit tambahan pada 2025. Pembiayaan itu digunakan untuk membeli properti central kitchen yang sebelumnya disewa.
Dukungan pembiayaan tersebut memperkuat fondasi bisnis Waroeng Padang Lapek sekaligus mendukung rencana ekspansi restoran.
Dari Den Haag Menuju Amsterdam
Pengembangan kuliner Nusantara yang dilakukan Suprapti tidak berhenti di Den Haag.
Pada 2026, Waroeng Padang Lapek tengah menyiapkan pembukaan cabang baru di Amsterdam. Saat ini, bangunan gerai tersebut masih dalam proses renovasi.
Jika cabang Amsterdam mulai beroperasi, Waroeng Padang Lapek akan memiliki satu central kitchen serta dua restoran yang berada di Den Haag dan Amsterdam.
Ekspansi tersebut menunjukkan bahwa masakan Indonesia memiliki peluang untuk berkembang di pasar internasional, terutama ketika dipadukan dengan konsistensi kualitas dan kemampuan pelaku usaha membaca kebutuhan pasar.
Kuliner sebagai Diplomasi Budaya
Perjalanan Waroeng Padang Lapek juga memperlihatkan bahwa kuliner dapat menjadi salah satu sarana memperkenalkan Indonesia kepada dunia.
Rendang, gulai, paru balado, gulai jengkol hingga jajanan tradisional seperti lupis bukan sekadar menu makanan. Di tangan diaspora Indonesia, makanan tersebut menjadi bagian dari cerita tentang keberagaman budaya Nusantara.















