Terkini.id, Jakarta - Di dunia yang modern dengan perkembangan pembangunan dan peradaban yang sedemikian maju, masih saja ada sekelompok komunal yang masih menjadikan gender, khususnya wanita sebagai strata rendah dan tidak patut berpartisipasi atau berkarya seperti pria.
Seorang tokoh agama di Pakistan ditangkap karena mengancam akan membunuh Malala Yousafzai dengan bom bunuh diri. Ia tidak setuju dengan aktivis perempuan itu yang mempertanyakan apakah legalitas hukum diperlukan dalam pernikahan.
“Malala bermimpi untuk menjadi perdana menteri negara itu tetapi mempromosikan kecabulan," ungkap Sardar Ali yang juga anggota parlemen dari Khyber Pakhtunkhwa, daerah asal Malala, seperti dikutip dari Channel News Asia pada Sabtu 12 Juni 2021, diwartakan Tempo, Minggu 13 Juni 2021.
Ia mengancam akan meledakkan Malala dalam serangan bunuh diri jika wanita yang pernah ditembak Taliban saat berusia 15 tahun itu kembali ke Pakistan.
Sebelumnya, majalah kenamaan Vogue menjadikan Malala Yousafzai sebagai bintang sampulnya. Dalam wawancara dengan majalah mode itu, ia mempertanyakan apakah persatuan hukum antara pasangan itu diperlukan.
“Jika kamu ingin memiliki seseorang dalam hidupmu, mengapa kamu harus menandatangani surat nikah, mengapa tidak membangun hubungan saja?" tanya Malala.
Sejak selamat dari upaya pembunuhan yang dilakukan Taliban lima tahun lalu di pedesaan barat laut Pakistan, lulusan Oxford itu telah menjadi tokoh global yang mempromosikan kesetaraan gender dan pendidikan untuk anak perempuan.
Kendati dipuji di banyak tempat, Yousafzai telah menerima reaksi keras di Pakistan selama bertahun-tahun. Beberapa orang mengatakan, perhatian global pada hidupnya telah memberikan negara itu reputasi buruk.
Ia juga dikritik lantaran dianggap memperjuangkan nilai-nilai liberal Barat, dan telah menghadapi pengawasan terus-menerus atas kepantasan pengenaan pakaian dan pandangannya tentang urusan dunia.
Pejabat polisi Wasim Sajjad mengatakan kepada AFP jika Sardar Ali telah didakwa membuat ancaman, ujaran kebencian, dan menghasut terorisme. Penangkapan tersebut dibenarkan pejabat senior kedua polisi, Muhammad Imran.
Tahun lalu Malala Yousafzai melapor kepada Perdana Menteri Imran Khan di Twitter, setelah seorang militan Taliban yang mengaku berada di balik serangannya melarikan diri dari penahanan.















