Jakarta Air Traffic Service Control (JATSC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat sedikitnya lima penerbangan menuju Palembang, Jambi, dan Pontianak mengalami gangguan akibat kondisi tersebut.
Deputy GM Perencanaan dan Evaluasi Operasi JATSC Raden Triaswanto mengatakan, gangguan tersebut mencakup penerbangan yang harus kembali ke bandara asal hingga mengubah tujuan pendaratan.
“Ada lima gangguan, satu RTB (return to base) menuju Pontianak kembali ke Jakarta, kemudian yang dari Palembang kembali ke Jambi, dan sebaliknya dari Jambi divert ke Batam,” ujar Triaswanto.
Menurutnya, kondisi jarak pandang di Jakarta masih berada pada kisaran 7.000–8.000 meter. Sementara itu, di sejumlah wilayah yang terdampak asap, jarak pandang turun hingga sekitar 1.000 meter.
“Kondisi visibility penerbangan di wilayah Jakarta mencapai 7.000–8.000 meter yang masih tergolong aman, sementara visibility di wilayah terdampak sekitar 1.000 meter di wilayah Palembang, Jambi, dan Pontianak,” katanya.
Kondisi tersebut membuat otoritas penerbangan meningkatkan pemantauan jarak pandang di setiap bandara. Informasi mengenai kondisi visibility menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kelayakan penerbangan dan pendaratan.
“Dikeluarkan warning seperti pemberitahuan kepada teman-teman airline bahwa visibility di area tersebut sempat ada yang kurang diperbolehkan. Nantinya untuk pengeluaran Notam (notice to air missions) layak atau tidak pendaratan atau penerbangan,” jelas Triaswanto.
Hotspot di Kalimantan Barat Meningkat
Asap yang mengganggu jarak pandang penerbangan tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah titik panas atau hotspot di Kalimantan Barat mencapai 7.377 titik hingga Senin (31/8). Angka tersebut meningkat 3.553 titik dibandingkan pemantauan sebelumnya.














