Jumlah fire spot di Kalimantan Barat juga tercatat meningkat menjadi 72 titik. Pada saat yang sama, jarak pandang di wilayah tersebut terpantau kurang dari 1 kilometer.
Di Kalimantan Tengah, jumlah hotspot tercatat turun 147 titik menjadi 5.244 titik. Namun, jumlah fire spot meningkat menjadi 72 titik dengan jarak pandang juga berada di bawah 1 kilometer.
Kondisi tersebut menjadi perhatian otoritas penerbangan karena jarak pandang merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kelayakan operasional penerbangan, terutama saat proses pendaratan.
Pemantauan terhadap kondisi visibility terus dilakukan untuk memastikan penerbangan tetap memenuhi standar keselamatan sekaligus memberikan kepastian bagi operasional maskapai dan kenyamanan penumpang.














