Selanjutnya, kontrak tahap kedua untuk 18 unit efektif pada Agustus 2023. Adapun kontrak tahap ketiga untuk 18 unit lainnya efektif pada Januari 2024.
Dengan tiga tahap pengadaan tersebut, total pesanan Rafale Indonesia mencapai 42 unit.
Pelatihan Pilot Dilakukan di Pekanbaru
Selain menerima pesawat secara bertahap, TNI AU juga mulai meningkatkan kemampuan personelnya dalam mengoperasikan Rafale.
Menurut Tedi, pelatihan pilot Rafale kini sudah dapat dilakukan di Indonesia, khususnya di Pekanbaru.
Meski demikian, sejumlah personel TNI AU masih dikirim ke Prancis untuk memperdalam kemampuan, terutama terkait penggunaan persenjataan dan taktik pertempuran udara.
“Sudah, di Pekanbaru. Tapi, tetap kita mengirim beberapa orang ke Prancis untuk meng-upgrade kemampuan. Kita perlu meng-upgrade kemampuan weapon course untuk meng-upgrade taktik pertempuran udara dan sebagainya, ini kita masih perlu belajar,” ujar Tedi.
Dengan demikian, proses penguatan kemampuan Rafale tidak hanya mencakup kedatangan pesawat, tetapi juga peningkatan kompetensi personel yang akan mengoperasikan dan mendukung sistem persenjataan tersebut.















