Terkini.id, Jakarta - Anggota DPR muda Korsel ini disorot karena kampanyekan RUU tato dengan baju terbuka. Politisi milenial atau anggota DPR termuda Korea Selatan, Ryu Ho Jeong kembali menjadi buah bibir di Negeri Ginseng. Buah bibir yang dimaksud adalah terkait gaya serta ulahnya yang menjadi perbincangan dan menuai polemik. Kontroversialnya lagi, ia juga tengah memperjuangkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tekait kampanye menggunakan dress atau baju terbuka bagi publik Korea Selatan nantinya.
Kemarin, Rabu 16 Juni 2021, seperti dilansir dari Wolipop, Kamis 17 Juni 2021, saat menggelar konferensi pers sebagai usaha melegalisasi tato atau seni gambar di tubuh tersebut, wanita yang diklaim sebagai anggota DPR termuda di Korea Selatan ini kembali memantik perhatian masyarakat. Pasalnya, kali ini ia memakai busana terbuka untuk mempromosikan undang-undang mengenai tato.

Ryu Ho Jung belakangan ini memang gencar mengampanyekan RUU tentang tato. Wanita berusia 29 tahun itu ingin menghapus anggapan, orang bertato punya citra yang jelek, terutama di lingkungan pekerjaan.
Ia mengatakan, jika tidak ada UU terkait apa yang ia kampanyekan terkait tato dan busana terbuka, maka artis tato terancam kehilangan pekerjaan bahkan dipenjara lantaran dicap “buruk”. Menurutnya, itu berarti profesi mereka tidak dikenakan pajak karena ilegal. Sehingga, sambungnya lagi, itu bisa menghilangkan sumber dana potensial (pajak) untuk negara mereka.
Guna meloloskan rancangan undang-undang itu, Ryu Ho Jeong mengampanyekannya dengan mengadakan sebuah konferensi pers. Bersama komunitas tato, ia memaparkan penjelasan tersebut di depan gedung DPR.
Namun, yang membuatnya menjadi perbincangan adalah busana yang digunakan. Ryu Ho Jeong terlihat menggunakan busana dengan punggung terbuka berwarna ungu yang sangat mencuri perhatian.
Tidak hanya baju terbuka yang memperlihatkan bagian belakang tubuhnya, Ryu Ho Jeong juga menggambar punggung seolah merepresentasikan tato. Wanita tersebut menunjukkannya dengan percaya diri di depan para media yang meliput konferensi persnya. Tato-tato yang tersebar di punggunya itu juga diperlihatkan ketika memimpin orasi terkait kebebasan berekspresi.

Dalam orasinya, Ryu Ho Jeong mengungkap opininya menyoal tato, yang seharusnya tidak ditutupi dalam siaran televisi atau tidak mempengaruhi penilaian dalam pekerjaan.
"Sebuah tato juga bagian dari penampilan seseorang dan sama pentingnya dengan rambut, makeup, fashion, dan bentuk tubuh. Itu adalah hak dasar setiap orang yang harus dilindungi dengan kebebasan," bebernya.
Sejatinya, hal yang dilakukan Ryu Ho Jeong tentu bukan pemandangan umum yang familiar di dunia politik Korea Selatan. Lantaran penampilannya yang nyentik dan dianggap nyeleneh, kontan penampilannya mengundang protes dari publik.
Beberapa orang menganggap politisi muda itu melakukan hal yang gila. Kendati demikan, banyak pula yang memuji sikap beraninya karena memperjuangkan kebebasan.
"Seorang anggota DPR punya keberanian untuk mengenakan (busana terbuka) itu. Ia terlihat seperti wanita yang bekerja paruh waktu (pekerja normal). Saya memang menantikan ada perwakilan wanita di DPR, tetapi ini sangat mengecewakan,” demikian komentar seorang warganet di media sosial Korea Selatan.
Ryu Ho Jeong sendiri bukan pertama kalinya menarik perhatian karena busana. Ryu Ho Jeong pernah mengenakan baju yang terlihat kasual saat sidang, yaitu dress di atas lutut dan sneakers yang juga mengundang kritik dan komentar bernada melecehkan.
Sebelumnya, beberapa waktu lalu ia juga pernah memakai helm dan seragam pekerja pabrik ketika audit parlemen.















