Sepele, Ternyata Pelukan dan Ciuman Bermanfaat Banget bagi Kesehatan

Sepele, Ternyata Pelukan dan Ciuman Bermanfaat Banget bagi Kesehatan

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Sepele, ternyata pelukan dan ciuman bermanfaat banget bagi kesehatan. Pelukan ataupun ciuman dengan pasangan Anda, tentu merupakan hal yang lumrah. Hubungan yang kesannya harmonis dan romantis itu, bahkan bukan hal aneh lagi. Akan tetai, siapa yang dapat menyangka bila pelukan, ciuman, dan sentuhan afektif lainnya memiliki manfaat bagi kesehatan.

Berpelukan dengan teman atau mencium pasangan mungkin hanya sekadar tanda kasih sayang yang ingin dicurahkan. Kendati demikian, aktivitas sepele ini ternyata memberikan dampak positif terhadap kesehatan seseorang.

Dalam berbagai penelitian, setidaknya sentuhan fisik afektif dapat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan kesehatan mental. Merangkum dari Medical News Today, seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu 26 Juni 2021, sentuhan afektif memiliki manfaat untuk kesehatan fisik.

Satu studi yang diterbitkan pada 2014 dalam jurnal Psychological Science menunjukkan, seseorang yang mendapatkan sentuhan afektif memiliki risiko infeksi pernapasan yang cukup. Selain itu, penderita infeksi pernapasan yang menerima dukungan emosional dalam bentuk sentuhan afektif menunjukkan gejala infeksi yang lebih ringan.

Studi lain berjudul “More frequent partner hugs and higher oxytocin levels are linked to lower blood pressure and heart rate in premenopausal women” menunjukkan, wanita yang sering berpelukan dengan pasangannya cenderung memiliki tekanan darah dan detak jantung yang lebih rendah.

Hal ini menunjukkan, sentuhan afektif dapat bermanfaat bagi jantung. Penelitian lain berjudul “Shaping the oral microbiota through intimate kissing” mengungkapkan, ciuman romantis dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Pasalnya, saat berciuman terjadi pertukaran mikroba yang bertindak hampir seperti vaksin sehingga membiasakan sistem kekebalan dengan potensi ancaman bakteri baru dan memperkuat efektivitasnya terhadap beragam patogen.

Sentuhan afektif juga dapat mengurangi rasa sakit. Setidaknya ada dua studi yang mempelajari bagaimana sentuhan afektif dapat mengurangi rasa sakit. Studi pertama menunjukkan, jika dua mitra menyentuh dan salah satu dari mereka mengalami nyeri ringan, sentuhan benar-benar mengurangi sensasi rasa sakit.

Dalam studi kedua tim mengamati efek yang sama pada kelompok pasangan muda ketika mereka berpegangan tangan.

Manfaat Pelukan dan Ciuman bagi Kesehatan Mental

Beberapa studi melihat, manfaat ini didapat ketika seseorang melakukan kontak fisik afektif tertentu. Sebuah studi di The New Yorker menunjukkan, anak-anak yang tumbuh tanpa sentuhan afektif memiliki masalah perkembangan yang parah dan tidak dapat berhubungan secara sosial.

Kendati hanya aktivitas sepele, aktivitas menyentuh dan disentuh dapat mengaktifkan area tertentu di otak sehingga memengaruhi proses berpikir, reaksi, bahkan respons fisiologis.

Sebuah studi berjudul “Touch for socioemotional and physical well-being: A review” melaporkan, pemindaian otak telah mengungkapkan, sentuhan afektif mengaktifkan korteks orbitofrontal, yaitu wilayah otak yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dan pembelajaran.

Dikutip dari Smithsonian Magazine, eksperimen lain yang dilakukan Rafael Wlodarski, peneliti University of Oxford, juga menunjukkan ciuman romantis adalah aktivitas yang penting, terutama bagi wanita ketika memilih pasangan.

Hal ini disebabkan campuran kimia yang ditemukan dalam air liur seseorang menyampaikan informasi penting ke otak tentang kompatibilitas fisiologis mereka. Sentuhan afektif, seperti pelukan, juga dapat menenteramkan dan menenangkan orang yang sedang kesusahan lantaran dapat mengomunikasikan tawaran dukungan dan empatik.

Sebuah studi berjudul “The Comforting Touch: Tactile Intimacy and Talk in Managing Children’s Distress” menunjukkan, memeluk dan menepuk anak-anak ketika mereka dalam kesusahan memiliki efek menenangkan.

Dalam keadaan seperti itu, interaksi melibatkan pensinyalan orang dewasa, mereka ada untuk menawarkan kontak yang menenangkan. Selanjutnya, diikuti pengakuan anak atas responsive itu dan respons positif lain terhadapnya.

Interaksi dan koordinasi yang terlibat dengan skenario ini memungkinkan anak yang sedang berada dalam kesusahan untuk mendapatkan kembali rasa aman dan kepastian. Hal yang sama juga diakui para peneliti dalam sebuah studi berjudul “The Use of Touch in Counseling: An Ethical Decision-Making Model”.

Mereka mengatakan, sentuhan afektif dapat menenangkan seseorang yang sedang bersedih. Di samping si penerima, melakukan sentuhan fisik afektif juga dapat memberi manfaat kepada pemberinya.

Sebuah penelitian berjudul “Neural correlates of giving support to a loved one”, melihat wanita yang menawarkan sentuhan fisik sebagai simbol dukungan kepada pasangannya menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi di ventral striatum. Area ini merupakan area otak yang terlibat dalam sistem penghargaan.

Jadi, menawarkan pelukan yang menenangkan kepada seseorang yang sedang kesakitan atau merasa sedih sebenarnya dapat bermanfaat baik bagi si penerima maupun si pemberi. Keduanya terlibat dalam interaksi dan mengalami emosi yang lebih positif, sehingga merasa lebih terhubung satu sama lain.