Terkini.id, Jakarta - Ini cara instan mengatasi stres, mudah kok! Tuntutan pekerjaan, masalah keluarga, masalah pasangan, hingga masalah transportasi sehari-hari sudah bisa membuat kita stres. Berikut ini ada beberapa cara instan untuk mengatasi gejala stres saat mendera kapan saja.
Berlatih Pernapasan
Ketika Anda secara sadar berusaha untuk bernapas lebih dalam, secara alami akan membantu tubuh kembali ke posisi rileks.
Letakkan tangan di perut, dan rasakan ketika ia mengembang saat menarik napas, sambil berhitung hingga hitungan ke tiga atau empat, lalu tahan napas dengan hitungan yang sama, lalu hembuskan selama mungkin, dan rasakan saat perut mengempis.
Hal ini akan membantu seseorang untuk berfokus pada napas yang akan membantu menyingkirkan stres.
Menantikan Sesuatu yang Menyenangkan
Setiap pagi, pikirkan tentang sesuatu yang kecil, dan menyenangkan untuk di lakukan pada hari itu, baik yang kecil misalnya mengisi kuis-kuis menarik yang banyak beredar di internet, hingga hal yang sangat besar misalnya menaklukkan gunung Semeru.
Rutinitas ini akan melatih otak sesorang untuk mengalihkan fokus dari permasalahan yang dihadapi pada hari itu.
Membuat Perubahan Kecil
Hal-hal kecil di luar perencanaan bisa membuat seseorang stres. Jika mau mencoba menggali bahkan sedikit saja hal baru di dalam hidup ini, maka hal itu akan bisa membantu respons kognitif untuk lebih fleksibel dan membantu mengatasi apapun tantangan yang ada di depan.
Contohnya, mengikuti kelas kardio di gym dekat kantor, atau mencicipi makanan dari daerah yang belum pernah Anda coba sebelumnya.
Menatap Foto-foto Bahagia
Tatap foto-foto momen bahagia Anda, misalnya saat berlibur di Bali atau saat bermain coreng muka bersama keponakan. Hanya menyisihkan waktu 10 detik untuk berkonsentrasi pada gambar-gambar tersebut sudah cukup untuk mengurangi ketegangan otot dan menstabilkan detak jantung.
Jangan Pelit Berbagi Pujian
Studi menunjukkan, semakin hangat hubungan personal Anda dengan orang lain, semakin baik tubuh dalam memerangi efek stres. Jadi, jangan ragu untuk memberikan pujian kepada rekan kerja yang mungkin berhasil mendapatkan klien baru. Hal ini tidak hanya membuatnya merasa bahagia, tetapi juga membantu Anda merasa nyaman.
Ubah Senin Jadi Hari Luar Biasa: I Like Monday!
I like Monday! Kebanyakan orang mendeklarasikan Jumat atau akhir minggu sebagai hari yang menyenangkan. Namun sisi buruknya, kebiasaan ini akan menganggap Senin sebagai hari yang menyebalkan.
Tak heran ada laporan yang menyatakan, kebanyakan serangan jantung terjadi di Senin ketimbang hari-hari lain. Untuk membuat Senin menjadi hari menyenangkan, cobalah untuk menjadwalkan sesuatu yang menyenangkan pada hari tersebut.
Misalnya, makan siang bersama teman di setiap hari tersebut, atau ikuti kelas olahraga yang Anda senangi di hari itu. Semata-mata agar Anda memiliki keinginan untuk menyambut hari tersebut.
Transisi dari Kantor ke Rumah
Setiap hari melewati jalan yang sama, tetapi pernahkah Anda mencoba menikmati pemandangan yang dilewati, atau menikmati musik selama perjalanan pulang tersebut? Tak masalah jika Anda membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya. Waktu yang Anda nikmati tersebut akan membantu bertransisi dari suasana kantor ke suasana santai di rumah.
Mengungkapkan Isi Pikiran
Kekhawatiran yang konstan bisa membuat seseorang sulit tertidur. Simpanlah sebuah buku untuk mengutarakan isi pikiran Anda, termasuk kekhawatiran dan solusi untuk mengatasi hal tersebut. Buat pula janji-janji untuk diri sendiri mengenai hal yang bisa membuat Anda lebih baik.
Bisa juga Anda berjanji untuk tidak lagi merasa khawatir sebelum pukul 11.00 pagi besok. Dengan begini, otak akan berusaha mencari cara untuk mengalihkan pikiran dari hal yang bisa membuat Anda merasa khawatir.
Belajar Berdebat dengan Adil
Dalam sebuah survei yang dilakukan sebuah majalah kesehatan, disebutkan bertengkar dengan pasangan menempati posisi pertama sebagai penyebab stres. Berdebat atau bertengkar dengan pasangan memang boleh dan perlu guna memahami pola pikir masing-masing.
Namun, disarankan untuk mengambil waktu sejenak di sela-sela perdebatan untuk bisa mengambil napas dan menenangkan diri. Usai perdebatan yang diakhiri dengan kesepakatan, lanjutkan dengan kegiatan positif, seperti berpelukan atau bercumbu dengan pasangan untuk meningkatkan level endorfin.
Hirup Wangi Rosemary
Sebuah studi yang berlangsung di Jepang mengatakan, dengan menghirup wangi aroma rosemary bisa menurunkan tingkat kortisol dalam otak seseorang. Anda bisa coba cari wangi ini di toko-toko yang menjual aromaterapi.















