Terkini.id, Jakarta - Ini tips aman berkendara motor saat hujan, keep safety riding! Sudah amankah cara kalian berkendara sepeda motor? Atau, masih ugal-ugalan seperti balapan liar dan tidak mengenakan helm? So, please! Jangan coba-coba lakukan hal itu sebab bakal membahayakan nyawa kalian sendiri. Apalagi, di musim hujan yang mengkondisikan jalanan menjadi licin.
Dirangkum dari berbagai sumber, Minggu 27 Juni 2021, safety riding atau berkendara yang aman, khususnya di musim hujan sangat penting diperhatikan. Apalagi, dalam kondisi saat ini sesuai laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Indonesia termasuk memiliki iklim anomali.
Iklim tersebut bisa menyebabkan angin kencang dan hujan lebat, sehingga tentu akan sangat berbahaya bagi pengendara roda dua alias motor untuk melakukan perjalanan jauh, apalagi saat hujan deras.
Jika sudah demikian, maka hujan yang berintensitas tinggi mengakibatkan jalanan mulai digenangi air dan menjadi licin ketika basah, sehingga risiko berkendara semakin tinggi.
Pengendara motor diimbau untuk meningkatkan konsentrasi, memastikan hal-hal yang menunjang keselamatan berkendara, dan mengutamakan safety riding selama berkendara.
Sehubungan hal tersebut, stakeholder kompartemen Safety Riding Analyst pada sebuah merek sepeda motor asal Jepang menjelaskan, pengendara sepeda motor sebaiknya memerhatikan safety riding dalam berkendara, baik dari segi peralatan penunjang maupun cara berkendara ketika hujan.
Menurutnya, helm standar nasional Indonesia (SNI) merupakan perangkat wajib dalam mengendarai sepeda motor, baik saat normal maupun hujan.
“Namun, sebaiknya helm yang digunakan saat kondisi hujan adalah helm jenis full face, agar sewaktu berkendara wajah dan mata tidak terganggu guyuran air yang dapat menyebabkan terganggunya penglihatan dan konsentrasi,” demikian imbauannya.
Adapun jas hujan diperlukan agar pakaian tidak basah dan mengganggu suhu tubuh pengendara. Untuk itu, disarankan jas hujan yang digunakan berbentuk jaket dan celana. Tidak berbentuk jubah atau ponco lantaran jas hujan bentuk ponco berisiko tersangkut ke rantai atau roda motor.
Selain itu, sebaiknya gunakan jas hujan berwarna cerah agar mudah terlihat pengendara lain. Jangan pernah menggunakan payung sewaktu berkendara.
“Banyak pengendara yang menggunakan sandal ketika hujan karena takut sepatu yang digunakan basah. Padahal, sebaiknya pengendara tidak menggunakan sandal karena akan berbahaya jika terjatuh atau terkena pantulan kerikil,” imbau Safety Riding Analyst tersebut.
Mereka menyarankan para pengendara roda dua menggunakan sepatu antiair, minimal cover sepatu. Jika terpaksa menggunakan sepatu biasa, jangan menapakkan kaki di atas mesin (center backbone motor), khususnya jika menggunakan motor cub, karena titik keseimbangan sepeda motor dan pengendara dapat berubah, yang bisa memengaruhi pengendalian sepeda motor.
Safety Riding Analyst juga menyarankan sebaiknya pengendara motor menggunakan sarung tangan. Pasalnya, menggunakan sarung tangan sewaktu hujan menjadi penting agar cengkeraman tangan ke setang sepeda motor tetap maksimal. Agar lebih aman, pengendara disarankan menggunakan sarung tangan antiair.
Selain perlengkapan berkendara tadi, mereka juga membeberkan beberapa cara aman mengendalikan sepeda motor di saat hujan seperti menyalakan lampu.
“Menyalakan lampu utama saat berkendara merupakan hal wajib. Apalagi, dalam kondisi hujan agar mudah terlihat pengendara lain. Namun, hindari menyalakan lampu darurat atau hazard sewaktu berkendara dalam kondisi hujan karena dapat membingungkan kendaraan lain. Lampu hazard hanya digunakan dalam kondisi darurat,” pesan mereka.
Safety Riding Analyst juga memaparkan, saat hujan permukaan jalan dan ban berada dalam kondisi basah sehingga cengkeraman atau grip ban ke permukaan jalan menjadi tidak maksimal. Sewaktu akselerasi maupun mengerem usahakan lebih halus dan hindari mengerem secara tiba-tiba, sebab roda akan lebih mudah mengalami selip.
“Agar lebih aman, pengendara sebaiknya menghindari menggunakan ban tipe slik ketika hujan. Sebab, ban tipe ini tidak memiliki alur ban yang membuang air sehingga grip ban akan licin,” ulas Safety Riding Analyst.
Mereka menambahkan, sewaktu melintasi genangan air, pengendara dianjurkan untuk mengurangi kecepatan dan melintasi genangan air secara perlahan. Pasalnya, cipratan air akan menghambat laju kendaraan secara tiba-tiba, dan keseimbangan kendaraan dapat berubah secara drastis. Selain itu, ada kemungkinan genangan air menutupi jalanan yang berlubang. Oleh karena itu, pengendara harus berhati-hati saat melewatinya.
Selain tips tersebut, Safety Riding Analyst juga mengimbau, jika hujan sudah terlalu lebat disertai angin kencang, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk terus berkendara.
“Carilah tempat berteduh yang aman dan tidak mengganggu lalu lintas. Hindari berteduh di bawah pohon besar karena ada kemungkinan pohon tumbang yang dapat membahayakan diri Anda,” demikian imbau Safety Riding Analyst.
Pengendara yang baik adalah pengendara yang siap dalam kondisi cuaca apapun, termasuk hujan. Oleh karena itu, pesan Safety Riding Analyst, jangan lupa persiapkan diri dan sepeda motor kesayangan dengan baik sebelum mengendarainya.















