Terkini.id, Internasional - Amerika Serikat gagal melakukan diplomasi kepada Israel untuk mewujudkan gencatan senjata.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu justru berjanji melakukan serangan dan menolak seruan dari Amerika untuk menghentikan operasi militernya.
Sampai pada Rabu, 19 Mei 2021, tentara Israel masih terus melancarkan serangannya di Jalur Gaza.
Sikap keras dari Presiden Amerika Serikat, Joe Biden dipastikan akan mempersulit proses internasional dalam upaya mewujudkan gencatan senjata kedua negara.
Dilansir dari Kanal Youtube Kompas TV pada 20 Mei 2021, Benjamin terlihat dengan tegas menolak seruan tersebut.
“Saya sangat menghargai dukungan teman saya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden, untuk pertahanan diri Negara Israel,” ucapnya saat diwawancarai.
“Saya bertekad untuk melanjutkan operasi ini sampai tujuan memulihkan perdamaian dan keamanan bagi warga Israel tercapai,” sambungnya.
Dilansir dari CNBC Indonesia, Joe Biden telah meminta Israel untuk menghentikan serangan dan melakukan gencatan senjata.
Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Biden melalui sambungan telepon kepada Benjamin Netanyahu pada Selasa waktu setempat.
Bahkan, sebelumnya pihak PBB juga telah mengimbau kepada Israel untuk melakukan gencatan senjata.
Seruan tersebut disampaikan langsung oleh Sekertaris Jenderal PBB Antonio Gutteres, melalui juru bicara PBB Stephane Dujarric.
“Sekretaris Jenderal (Antonio Gutterse) mengimbau semua pihak untuk segera menghentikan pertempuran di Gaza dan Israel,” ucap Dujarric.
“Eskalasi militer yang sedang berlangsung telah menyebabkan penderitaan dan kehancuran yang besar,” sambungnya.
Dujarric juga menyebutkan bahwa para pihak harus melakukan upaya mediasi dengan tujuan mengintensifkan dengan pandangan mengakhiri pertempuran.















