Mengenal Invoice untuk Proses Bisnis, Pengertian, Cara Kerja, Jenis dan Cara Membuatnya

Mengenal Invoice untuk Proses Bisnis, Pengertian, Cara Kerja, Jenis dan Cara Membuatnya

A
Admin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id - Bagi Anda pemilik usaha kecil menengah atau UKM mungkin ada baiknya untuk mengenal apa itu invoice financing. Invoice financing merupakan suatu bentuk solusi terkait dengan pendanaan yang tepat bagi Anda pemilik UKM.

Secara harfiah, invoice dapat diartikan sebagai faktur. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), faktur diartikan sebagai daftar kiriman barang yang dilengkapi dengan keterangan nama, jumlah, dan harga yang harus dibayar oleh pelanggan. Faktur juga bisa diartikan sebagai perhitungan penjualan kredit yang diberikan oleh penjual kepada konsumen.

Dengan menggunakan invoice ini, maka pelanggan yang belum bayar akan digunakan sebagai jaminan. Sedangkan, Anda dari pihak peminjam bisa mendapatkan pinjaman dana guna menjalankan bisnis operasional.

Cara ini dapat memperlancar keuangan bisnis Anda yang tersendat jika nantinya ada pelanggan yang belum membayar invoice, sedangkan Anda sedang membutuhkan dana.

Cara Kerja Invoice Financing

Setelah mengetahui tentang pengertian invoice financing, maka ada baiknya kita mempelajari juga bagaimana cara kerjanya. Untuk melakukan hal ini Anda bisa memanfaatkan invoice yang belum terbayarkan untuk dijadikan jaminan agar bisa mendapatkan dana.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah Anda harus mengirimkan berbagai dokumen-dokumen bisnis Anda seperti NPWP, SIUP (Surat Izin Usaha Perusahaan), hingga akta perusahaan.

Selanjutnya, dokumen-dokumen ini akan diserahkan kepada pemberi pinjaman dana (lender) untuk mendapatkan persetujuan.

Kemudian, jika data-data yang Anda kirimkan tadi disetujui oleh lender, mereka akan menetapkan berapa jumlah limit dan bunga pinjaman.

Setelah itu, jika kedua belah pihak ini telah mencapai sebuah kesepakatan bersama, maka bisa mulai untuk mengajukan pinjaman sebesar dana yang dibutuhkan. Prosesnya, pemberi pinjaman (lender) akan melakukan verifikasi invoice terhadap pelanggan tersebut.

Apabila pelanggan membenarkan invoice tersebut, maka lender akan melakukan pencairan dana pinjaman sebesar 70-80% dari total invoice kepada debitur.

Saat pelanggan dari debitur sudah melunasi invoice-nya, debitur bisa melunasi invoice financing kepada lender dengan bunga yang sudah disetujui bersama.

Biasanya, bunga yang dipungut oleh lender tidak terlalu besar, hanya berkisar di antara 1-2% per bulan.

Hal ini bisa mempermudah bisnis Anda untuk terus berjalan tanpa khawatir modalnya tersendat atau mengalami masalah keuangan yang bisa menghentikan bisnis Anda sewaktu-waktu di tengah jalan.

3 Jenis Invoice, Sudah Tahu?

Saat ini ada banyak jenis faktur yang biasa digunakan dalam bisnis. Masing-masing jenis ini pun memiliki karakteristiknya dan kegunaannya sendiri. Namun, ada tiga jenis yang umum digunakan di Indonesia, antara lain:

1. Biasa

Sering ditemukan dalam transaksi sehari-hari karena sifatnya yang sederhana. Sebuah invoice biasa umumnya memuat rincian produk yang dibeli atau dipesan, jumlah, harga satuan barang dan jasa, lalu harga total yang harus dibayarkan oleh konsumen.

2. Konsuler

Biasa digunakan untuk keperluan khusus perdagangan internasional. Sehingga invoice ini tidak dapat sembarangan dicetak karena memiliki cap khusus sebagai tanda pengesahan dan persetujuan dari kedutaan besar negara atau perwakilan negara yang dituju.

3. Proforma

Digunakan apabila barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen dikirimkan secara bertahap. Setiap kali penjual mengirimkan produk ke pembeli, penjual akan memberikan invoice proforma untuk sementara waktu. Dengan tujuan untuk mengingatkan pembeli agar melunasi pembayaran di kemudian hari.

Setelah seluruh barang dan jasa yang dipesan sudah terkirim, maka penjual akan mengganti invoice proforma dengan yang biasa.

Bagi Anda yang baru mendirikan sebuah bisnis atau perusahaan, pastikan Anda teliti dalam pembuatannya karena dapat membantu memantau buku piutang perusahaan Anda.

Keuntungan Invoice Financing

Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa harus memiliki invoice financing? Tentunya hal ini memiliki keuntungan yang bisa mempertahankan bisnis Anda untuk tetap berada di posisi aman.

Berikut ini beberapa keuntungan yang bisa Anda ketahui jika harus memilih invoice financing.

1. Proses Tidak Memakan Waktu yang Lama

Bukankah menunggu pelanggan untuk membayarkan suatu invoice yang sudah lama ditagih merupakan hal yang membosankan?

Hal ini akan memakan waktu yang lama serta akan membuat bisnis Anda dapat mengalami masalah keuangan nantinya.

Jika Anda menunggu dana turun dari pelanggan untuk bisa melanjutkan operasional usaha, maka ini akan membuat bisnis Anda mengalami masalah keuangan yang nantinya akan mengakibatkan perusahaan Anda menjadi bangkrut atau tidak berjalan sesuai rencana dan target yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Namun, dengan adanya invoice financing, Anda bisa mengajukan pinjaman dana untuk tetap mempertahankan bisnis tersebut. Apalagi proses dari peminjaman dana ini tidak memakan waktu yang lama atau bertele-tele.

Biasanya, proses peminjaman dana bisa berjalan lebih cepat dibandingkan dengan Anda meminjam di pinjaman lain. Proses invoice financing hanya memerlukan waktu kurang lebih 2 hari untuk mencairkan dana tersebut.

Dana tersebut bisa Anda gunakan sebagai biaya operasional bisnis selagi menunggu pelanggan melunasi invoice.

2. Memperlancar Proses Keuangan dari Bisnis Anda

Dalam usaha bisnis, tentu keuangan menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan dan harus dikelola sebaik mungkin. Karena, biasanya arus keuangan dari bisnis ini tergantung pada pembayaran invoice yang berasal dari pelanggan.

Namun, tidak sedikit pula pelanggan yang memakan waktu lama untuk bisa melunasi pembayarannya. Hal inilah yang akan mengganggu arus keuangan bisnis Anda. Padahal sebagai pemilik bisnis, Anda harus bisa mengatur keuangan agar terus berjalan dengan lancar.

Oleh karena itu, dengan invoice financing ini Anda tidak perlu repot memikirkan bagaimana mencari dana yang dibutuhkan untuk menutupi biaya operasional usaha Anda. Karena dengan adanya invoice ini, bisnis Anda tetap bisa berjalan dengan lancar. Selain itu, Anda juga bisa menjalankan target ataupun proyek lain dengan dana yang dipinjam ini.

3. Lebih Mudah dalam Pengajuan

Jika Anda melakukan pinjaman pada bank, prosesnya akan memakan waktu dan akan sulit. Karena biasanya pihak bank akan meminta jaminan berupa aset tanah ataupun aset lainnya. Maka dari itu, Invoice Financing bisa dijadikan sebagai pilihan alternatif bagi UKM yang ingin meminjam uang.

Kebanyakan UKM biasanya menerbitkan invoice untuk pelanggannya, sehingga hal ini mempermudah para UKM untuk mendapatkan pinjaman dana hanya dengan jaminan invoice. Meskipun memiliki berbagai manfaat serta keuntungan yang menarik, Anda sebagai pelaku bisnis harus memperhatikan penyedia jasa invoice financing yang benar-benar terpercaya.

Sehingga nantinya dana pinjaman dan juga dana pengembalian yang Anda lakukan dengan pihak invoice financing dapat menemukan titik temu yang jelas dan dilakukan secara transparan. Pastikan juga jasa penyedia pinjaman dana ini sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Itulah beberapa penjelasan seputar invoice financing yang bisa Anda pelajari dan juga Anda pahami sebelum melakukan peminjaman dana.

Cara Pembuatan Invoice yang Benar

Sebuah faktur yang benar bukan hanya bisa memudahkan proses bisnis, tapi juga mampu meningkatkan kredibilitas perusahaan Anda. Sebab, Anda akan terlihat lebih profesional dan bisa diandalkan. Selain itu, konsumen juga merasa terbantu dalam mengetahui apa saja yang harus dibayarkan dan bagaimana cara pembayarannya.

Dalam membuat invoice yang benar, hal pertama yang harus Anda pahami adalah komponen-komponen yang ada di dalamnya. Sebab, komponen-komponen inilah yang membuat invoice Anda sah dan layak untuk digunakan. Maka dari itu, pastikan versi usaha Anda buat mencakup komponen-komponen berikut ini:

  • Memiliki judul “invoice”: Sebaiknya Anda menggunakan kata “invoice” sebagai judul atau nama dari dokumen atau tagihan yang kita berikan ke pelanggan
  • Nomor unik untuk referensi penjual dan pembeli: Nomor invoice diperlukan untuk digunakan sebagai pembeda antara satu dengan yang lainnya. Nomor ini sangat penting bagi perusahaan Anda, dan juga bagi konsumen.
  • Nama dan detail kontak dari pembeli: Nama sangat diperlukan karena dengan adanya nama instansi atau perorangan dari pembeli, invoice baru bisa diberikan kepada pembeli. Selain itu, detail kontak juga menjamin bahwa invoice tersebut tidak error.
  • Nama dan detail kontak penjual: Komponen penjual tentunya sangat penting karena jika komponen itu tidak ada, maka tidak dapat digunakan.
  • Tanggal produk dikirim atau tanggal pembelian: Tanggal ini bertujuan untuk membuktikan bahwa produk telah dikirim atau untuk menunjukkan kapan pelanggan membeli produk tersebut.
  • Ketentuan dalam pembayaran: Terdiri dari metode pembayaran, kapan pembayaran harus diterima dan dilunasi, rincian tentang keterlambatan pembayaran, diskon pembayaran awal, dan lain sebagainya.
  • Deskripsi produk : Hal ini sangat penting dari komponen invoice karena dapat membantu penjual dan pembeli mengetahui produk apa yang harus dibayarkan. Deskripsi produk ini juga membantu agar tidak ada invoice ganda yang berpotensi merugikan salah satu atau kedua belah pihak.
  • Harga per unit produk : Sebenarnya komponen ini tidak wajib ada dalam sebuah invoice. Namun bila ada maka invoice yang Anda buat akan jadi semakin baik. Sebab, pembeli mendapatkan rincian harga yang harus dibayarkan.
  • Jumlah total yang harus dibayarkan: Hal ini diperlukan agar memudahkan pelanggan

Bagi para pebisnis yang baru saja memulai usahanya, membuat invoice sendiri mungkin akan terasa membingungkan karena banyaknya hal detail yang harus tercakup. Namun, Anda tidak akan menemui kesulitan dalam membuat faktur jika Anda sudah menggunakan Jurnal by Mekari sebagai aplikasi invoice generator Anda.

Bersama Jurnal by Mekari, Anda akan sangat terbantu dalam mengurus invoice karena Anda dapat mengakses seluruh data penjualan dengan mudah. Apalagi invoice generator Jurnal by Mekari memiliki fitur connecting di mana Anda bisa mengintegrasikan aplikasi Mekari seperti talenta, klikpajak dan kontak ke dalam back office Jurnal by Mekari.

Aplikasi invoice generator Jurnal ini sendiri dapat membantu Anda mengurus pembukuan dengan lebih mudah, termasuk membuatkan invoice secara otomatis untuk setiap pembelian oleh konsumen. Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa menggabungkan beberapa invoice ke dalam satu tagihan besar jika dibutuhkan.

Selain itu, invoice generator Jurnal by Mekari juga membantu Anda melakukan pengecekan inventaris dan memantau cabang-cabang dari bisnis Anda. Sehingga Anda tidak perlu buang-buang waktu untuk mengecek laporan atau catatan inventori, cukup dengan cek dashboard Jurnal by Mekari dan lihat rincian datanya secara lengkap.

Dengan demikian, Anda jadi memiliki waktu lebih untuk mengerjakan hal-hal lainnya. Jadi, tunggu apa lagi, ayo gunakan invoice generator Jurnal by Mekari!