"Karena mau bagaimanapun, segala tindakan kita pasti berdampak pada lingkungan sekitar. Kami ingin melalui festival ini dapat menjaga kelangsungan warisan budaya sendiri serta memperbaiki situasi dunia saat ini dengan cara kebudayaan," ujar Hilmar.

Dijelaskan juga bahwa keterlibatan Indonesia dalam Festival Budayaw sebagai ketua pada klaster sosial budaya dan pendidikan, Kemendikbudristek berperan meningkatkan konektivitas antarmasyarakat dan pertukaran budaya antarnegara anggota BIMP-EAGA.
"Kata Budayaw sendiri merupakan gabungan dari dua kata, yaitu “budaya” dalam bahasa Indonesia dan Melayu, serta “dayaw' dalam bahasa Filipina yang berarti “keindahan yang baik,"urainya.
Untuk diketahui, kerja sama BIMP-EAGA dibentuk secara resmi pada Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ke1 di Davao City, Filipina, pada tanggal 26 Maret 1994.
Kerja sama tersebut merupakan bentuk kerja sama subkawasan dalam mempercepat pembangunan sosial ekonomi pada daerah yang kurang berkembang dan secara geografis terpencil di antara negara anggota yang mencakup seluruh wilayah Brunei Darussalam, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Sabah, Serawak, Labuan, Mindanao, dan Palawan.
Rangkaian Acara Festival Budayaw ke-4
Pada Festival Budayaw ke-4 ini, negara anggota BIMP-EAGA akan menampilkan serangkaian acara, mulai dari lokakarya, pameran, pertunjukan seni, dialog, dan kunjungan budaya.
Masing-masing negara mengirimkan maksimal 20 orang peserta yang terdiri dari penari, pemusik, peserta pameran, serta narasumber lokakarya.
Pameran akan diselenggarakan mulai tanggal 2 hingga 4 September 2023, yang berlokasi di koridor depan Museum La Galigo hingga depan kantor BPK XIX, Benteng Rotterdam, Makassar.
Dalam pameran ini, setiap negara peserta akan memamerkan produk budaya unggulan yang terkait dengan warisan maritim dan Jalur Rempah.
Sementara itu, lokakarya tentang pewamaan alami akan digelar pada 2 September 2023 dan lokakarya kuliner akan digelar pada 3 September 2023.
Lokakarya ini akan diisi oleh narasumber yang ahli di bidang pewamaan alami dan kuliner.
Selanjutnya, seminar dan dialog dengan tema "Jalur Maritim dan Rempah dalam Konektivitas Budaya di Kawasan Asia Tenggara dan Dunia: Masa Lalu, Sekarang, dan Masa Depan" akan membahas tentang konektivitas budaya, pada 4 September 2023.
Seminar dan dialog ini akan diadakan secara hibrida dengan mengundang peserta dari komunitas, akademisi, dan masyarakat umum yang memiliki cetertarikan dalam bidang ini.
Kemudian, pada 2 dan 3 September 2023, akan digelar pertunjukan seni yang diisi oleh setiap negara peserta dengan menampilkan pertunjukan musik dan tari yang menggambarkan kekayaan budaya masingmasing negara.
Sebagai penutup, pada 4 September 2023, akan ada pertunjukan kolaborasi dari seluruh negara yang terlibat.

Sebagai penutup rangkaian festival, seluruh peserta akan diajak mengunjungi Leang-Leang, sebuah Taman Arkeologi di Maros, Sulawesi Selatan, 4 September 2023.
Salah teaterawan dan sastrawan akan menjadi pengisia acara pada pembukaan Festival Budayaw ke-4 di Makassar, adalah Asia Ramli Prapanca atau akrab disapa Ram Prapanca.
Kelas terkini.id, Ram Prapanca menyampaikan bahwa dirinya akan mementaskan pertunjukan teater.
"Saya akan mementaskan pertunjukan teater tari berjudul "Bongaya: Rampai Dalam Damai" pada tanggal 1 September 2023 mendatang di Benteng Rotterdam. Saya sebagai sutradara dalam pertunjukan teater tari tersebut,"tandas Ram Prapanca.















