PERWIRA LPMT Silaturahmi Bersama Panglimata Andi Muhammad Mappanyukki di Istana Jongaya

PERWIRA LPMT Silaturahmi Bersama Panglimata Andi Muhammad Mappanyukki di Istana Jongaya

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Penolakannya tersebut, membuat Andi Mappanyukki diturunkan jabatannya dari Raja Bone oleh kekuatan kekuasaan Belanda.

Setelah itu, ia diasingkan bersama keluarganya di Rantepao, Tana Toraja dan Selayar. Lalu, pada tanggal 21 Desember 1957, Andi Mappanyukki menjadi Kepala Daerah Swapraja Bone atas usulan dari Panglima Daerah Militer Sulawesi Selatan.

Pada tanggal 18 April 1967, Andi menghembuskan nafas terakhirnya di Istana Jongaya. Kemudian jenazahnya dikebumikan di pemakaman raja-raja Gowa atau Bone.

Namun, atas usulan masyarakat Sulsel dan pemerintah Republik Indonesia, makamnya kemudian diletakkan di Taman Makam Pahlawan Panaikang dan dengan upacara kenegaraan.

Atas integritasnya sebagai pejuang yang pantang menyerah kepada Belanda serta sumbangsihnya terhadap bangsa dan negara, Andi Mappanyukki dianugerahkan gelar sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keppres No. 089/TK/2004, pada tanggal 5 November 2004.