"Tapi parahnya kalau kita protes dengan suara yang berisik seperti ini, kita dianggap sebagai penista agama atau dianggap menolak kebaikan," ujarnya.

Unggahan video itu pun sontak menuai banyak komentar dari warganet.
"Rumah depan masjid banget, tapi ustadnya dan marbotnya mengedepankan adab. Jd hanya waktu2 tertentu saja mengeluarkan suara melalui toa. Takut di sangka Hoak. Silahkan datang ke Villa Bogor indah 3 An Nur. Atau silahkan berdiskusi dengan ketua DKM indonesia jusuf kalla soal penggunaan toa eksternal," komentar netizen.
"Aku sebelahan sama masjid, Aku kok gak masalah, berarti orang ini yg bermasalah," tulis netizen lainnya.
"Rumah sendiri Yo jual... Rumah ngontrak ya pindah," komentar netizen.















