Sebelumnya, publik dihebohkan dengan video yang memperlihatkan oknum ketua RT di Tangerang Selatan membubarkan paksa ibadah umat Kristen yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Katolik Unpam.
Tak hanya dibubarkan paksa, oknum ketua RT bersama sejumlah pelaku lainnya juga melakukan penganiayaan hingga pembacokan terhadap para korban.
Pada tayangan video itu, terlihat salah seorang mahasiswa Katolik Unpam yang menjadi korban dalam insiden itu mengaku dibacok oleh para pelaku dengan memakai pisau.
"Berdarah-darah dia. Kenapa kamu? Kena pisau?" tanya warga yang merekam video itu kepada mahasiswa tersebut.
"Iya kena pisau, dia pakai pisau," jawab mahasiswa itu.
Selanjutnya, terlihat tayangan dua mahasiswa Katolik Unpam lainnya yang ikut menjadi korban dalam insiden itu menceritakan kronologi kejadian tersebut.
Awalnya, kata korban, oknim ketua RT itu mendatangi mereka saat sedang melaksanakan ibadah umat Kristen.
Ketua RT itu pun, lanjut korban, melarang mereka untuk beribadah di tempat itu.
"Pas teman saya ngadain ibadah doa Maria, terus RT namanya Diding (bilang) 'Lu nggak ngehargain gue sebagai RT di sini. Udah gue bilangin kagak boleh ibadah di sini, kalau lu mau ibadah ke gereja sana!'," kata salah satu korban menirukan ucapan oknum ketua RT tersebut.
"'Kalian berani-beraninya tidak menghargai saya sebagai RT, bangs**!'. Begitu," sambung korban lainnya, membeberkan ucapan si oknum ketua RT.















