Terkini - Mantan terpidana kasus Vina Cirebon yang kini telah bebas, Saka Tatal menceritakan detail penyiksaan polisi saat dirinya dipaksa mengaku sebagai pelaku pembunuh Vina dan Eky.
Detail penyiksaan polisi terhadap dirinya terkait kasus Vina Cirebon itu diungkapkan Saka Tatal saat ditemui politisi Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Kepada Dedi, Saka mengaku bahwa dirinya disiksa oleh pihak Kepolisian ketika ditangkap terkait kasus Vina Cirebon.
"Saya disiksa, dipukulin sama kepolisian," kata Saka Tatal kepada Dedi Mulyadi, dikutip terkini dari unggahan video akun Instagram @dedimulyadi71, Senin, 3 Juni 2024.
Ia pun mengatakan, terpaksa mengaku sebagai pelaku pembunuhan Vina Cirebon karena sudah tidak kuat lagi menahan siksaan dari polisi.
"Udah nggak kuat pak, udah nggak bisa lagi menahan pukulan dan setruman," tuturnya.
Saka lalu mengungkapkan salah satu bentuk penyiksaan polisi yang dialaminya itu, dimana tangannya diinjak pakai kursi besi.
"Tangan sampai diinjak pakai kursi besi, di atas kursi itu ada orangnya," bebernya.

Sebelumnya, Saka Tatal usai bebas dari penjara menceritakan kronologi dirinya ditangkap polisi atas kasus Vina Cirebon.
Dalam pengakuannya, Saka Tatal mengaku dipaksa oleh polisi untuk mengakui dirinya terlibat dalam kasus meninggalnya gadis 16 tahun asal Cirebon itu.















