Dulu Kerap Sindir Keras Warga Jakarta, Ridwan Kamil Minta Maaf

Dulu Kerap Sindir Keras Warga Jakarta, Ridwan Kamil Minta Maaf

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

"Tapi kemudian takdir membawa saya ke proses hidup yang lebih kompleks. Pada gilirannya Allah menakdirkan saya menjadi pejabat publik, dari walikota sampai gubernur. Saya giliran balik dikritik, disindir, dinyinyiri di media sosial. Saya sering melihat diri saya yang dulu, netizen yang marah tadi. Bikin saya tersenyum dan sadar," sambungnya.

Ia pun mengaku, setelah menjadi pejabat publik dan umurnya tak lagi muda, dirinya menjadi lebih bijaksana dan tahu diri.

"Konon setiap orang akan melewati fase-fase jadi tukang protes, anak muda yang rebel penuh kritik dan sinisme. Tapi semua orang juga berproses, harus menjadi lebih bijaksana dan tahu diri," kata Kang Emil.

"Ibarat anak-anak yang selalu protes pada orangtuanya, remaja yang rebel, pemuda yang kritis dan sinis, pada saatnya akan jadi orangtua yang melihat dari sudut pandang yang berbeda. Yang akan bilang pada dirinya sendiri, "Oh gitu ya saya dulu", dan "Ternyata begini rasanya di posisi ini."," tambahnya.

Kendati demikian, Ridwan Kamil tetap meminta maaf kepada publik atas postingan-postingan lamanya itu yang dinilai tidak sopan terhadap warga Jakarta.

"Bagaimanapun, untuk twit-twit saya yang lama, saya akui dulu saya kurang bijak dan mungkin kurang literasi—bahkan kurang sopan. Saya mohon maaf jika ada pihak-pihak yang tersakiti, terkritik, tersindir, atau terhina dengan cara saya berekspresi. Semoga saya bisa lebih baik lagi ke depan. 2017-2018 saya pernah meminta maaf tentang hal-hal ini. Saya banyak belajar," tuturnya.

"Saya tidak membela diri atau berusaha membenarkan. Itu memang saya yang dulu, saya yang kurang bijak," lanjutnya.

Oleh karena itu, Ridwan Kamil berharap agar dirinya bisa dimaafkan oleh masyarakat, khususnya warga Jakarta terkait postingan lawasnya itu.

"Semua orang pernah protes, tapi proseslah yang akan membuatnya sukses. Katanya masa lalu tidak akan mengubah masa depan, tapi sebaliknya. Maafkan aku yang dulu. Mari kita move on," ujarnya.