"Sejak kecil mereka sering nongkrong di Osaka dengan sepeda dan tidak menimbulkan insiden besar, namun sudah dilaporkan di Indonesia. Ini akan menjadi masalah cepat atau lambat. Maknanya berbeda dengan berandalan Jepang," tuturnya.
Selain itu, netizen Jepang tersebut juga mengungkapkan bahwa kelompok itu sering kali memblokir penduduk lokal yang hendak lewat di jalan.
"Mereka berkumpul untuk memblokir orang yang lewat dan mengancam orang-orang yang mengomentari postingan mereka," bebernya.
Netizen Jepang itu pun mengaku akan melaporkan kelompok itu kepada aparat kepolisian Osaka.
"Lebih baik hancurkan sekarang. Apakah Polisi Prefektur Osaka tahu? Saya juga akan menghubungi Polisi Prefektur Osaka," kata netizen itu.
Sementara itu, pihak Kelompok Pemulih Harga Diri (PHD) Jepang lewat media sosial mereka menanggapi kabar terkait pihaknya yang dituding telah membuat onar di Jepang.
Lewat unggahannya, kelompok ini meminta dengan tegas kepada seluruh netizen agar tidak menghina nama besar kelompok mereka.
"Kami pertegas lagi. Jika kalian ingin menghina atau menjelekkan golongan ini tidak apa-apa. Tapi sesekali kami tahu kalian menghina nama besar yang kami jaga jangan sesekali salahkan kami jika kalian kami cari," tulis PHD Jepang lewat unggahannya di akun Instagram @pemulih_harga_diri_jepang.
Dalam unggahannya tersebut, kelompok Pemulih Harga Diri juga menegaskan bahwa mereka tidak berbuat onar di negara Jepang.
"Kami bukan pembuat onar di negara orang," ujarnya.















