Oknum Satgas PPKS Unhas Diduga Bela Dosen Pelaku Pelecehan, Rektorat: Sudah Dipanggil

Oknum Satgas PPKS Unhas Diduga Bela Dosen Pelaku Pelecehan, Rektorat: Sudah Dipanggil

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

"Tapi syg disygkan dek kita post di media dek. Sanksinya itu masuk kategori berat," kata QM kepada korban, dikutip terkini dari unggahan akun unounhas, Kamis, 28 November 2024.

Ia pun lantas menyebut bahwa sang dosen pelaku pelecehan seksual itu, yakni Firman Saleh lebih tersiksa dengan sanksi skorsing yang diterimanya dari pihak universitas usaii perbuatannya tersebut terbongkar ke publik.

Menurutnya, gegara sanksi skorsing itu, Firman tak lagi bisa naik jabatan seumur karirnya sebagai dosen.

"Kalau dipikir lebih siksa lagi pak firman dgn sanksi ini, bayangkanmi kalau ada sk bgininya yg bersangkutan tdk bisami naik jabatan," ujar QM.

"Jad akan ada di posisi bgini trus smpe nanti. Kata lainnya tersiksa seumur hidup sbg dosen karena tdk bisa naik jabatannya," sambungnya.

Menanggapi pesan WA dari oknum Satgas PPKS Unhas itu, mahasiswi korban aksi pelecehan tersebut balik mempertanyakan soal luka trauma yang dialaminya gegara perbuatan Firman.

"Terus sayanya bagaimana kak?? Bisa dikasih semula hidupku, bisa dkasih nda trauma dengan ini?? Saya juga tersiksa ka," tutur korban.

Menjawab pertanyaan korban, QM menyebut bahwa meskipun Firman Saleh dipecat dari status dosen, luka trauma mahasiswi itu tidak akan pernah hilang.

"Itumi dek kami berikan layanan psikolog. Dipecat pun dek ndk jamin hilang trauma mu," balasnya.

Pihak Rektorat Unhas sebelumnya telah menjatuhkan sanksi skorsing kepada dosen FIB Firman Saleh yang dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswa perempuan saat bimbingan skripsi.