"Hati-hati, saya dapat uang palsu palsu dari Babul Ilmy, gajiku ini kodong, baru uang palsu yang saya dapat, tidak bisa dibedakan, tapi kalau diterawang ujungnya bisa terbelah," kata guru itu dalam videonya tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, guru itu baru menyadari bahwa sebagian uang gaji yang diterimanya itu adalah uang palsu saat membuka amplop dari bendahara.
Guru itu pun mengaku menerima amplop yang berisi gajinya tersebut langsung dari pihak bendahara Madrasah Ibtidayah Babul Ilmy.
Sementara itu, Baharuddin selaku Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Babul Ilmy tempat guru tersebut mengajar membenarkan adanya kejadian itu.
"Iya (benar), Pak," ujar Baharuddin.
Baharuddin pun mengungkapkan, akan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
"Insya Allah rencana besok saya mau melapor ke pihak kepolisian," kata Baharuddin.
Menurutnya, uang gaji para guru MI Babul Ilmy tersebut ditarik dari salah satu BRI Unit.
"Uang itu saya dengan bendahara tarik di BRI Unit," ungkapnya.
"Rencana besok saya mau bawa uang itu ke BRI untuk di-scanner ulang sekaligus menginfokan bahwa uang tersebut asal dari BRI, percaya tidaknya tetap saya sampaikan dan kemungkinan pihak Bank tidak akan percaya karena sudah beberapa hari berlalu, tapi tetap saya sampaikan dengan tujuan supaya lebih berhati-hati," sambungnya.















