Ini Pemutar Musik Jadul yang Populer pada Zaman Dilan dan Milea Masih Muda

Ini Pemutar Musik Jadul yang Populer pada Zaman Dilan dan Milea Masih Muda

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Kecintaan atau kesukaan terhadap sesuatu yang momorabel atau nostalgia, kerap masih dipertahankan orang yang terkenang benda kenangan tersebut. Mereka biasanya mengoleksinya, kendati pun sudah tidak dapat berfungsi alias rusak, ataupun memang sudah tidak dipergunakan lagi lantaran ketidakmutakhirannya.

Dalam sebuah microblogging, seorang penulis bahkan menciptakan puisi terkait benda kesukaannya, yaitu Walkman. Ia menyusun puisi dengan judul, “Ini Cinta, Namanya Walkman (1984)”. Demikian isi puisinya:

Ini tentang cinta, yang kutulis dalam diary merah jambu....

Ia selalu menghiburku
kala sedih, senang, dan jatuh cinta

Lewat alunan lagu yang ia bisikkan di telingaku
aku terbuai syahdu
tapi, kadang aku berjingkrak
dan menari patah-patah dalam irama mengentak
: breakdance, demikian katamu

Kalau pilu
kau lantunkan lagu sunyi
lewat pita seluloid ajaib berwarna cokelat
di sana, perlahan dan giris
ada Dian Piesesha mendesahkan melankoli
: Tak Ingin Sendiri, demikian katanya

Kalau riang
kau dendangkan lagu ceria
lewat suaramu yang kadang serak dan distorsi
seperti biasa, melalui corong lawas yang menggantung di kedua telingaku
: hei, ada Stevie Wonder dengan lagunya I Just Call to Say I Love You!

Namamu Walkman
kata orang, kau lahir di Negeri Matahari Terbit
tapi, aku tak peduli
sebab, dari manapun kau berasal
kau tetap kekasihku

Hei, Walkman-ku....
kini kau telah uzur
tak seromantis dulu
tapi kau, tetap abadi di hatiku!

Nah, bagi yang lahir dalam dekade 1970-1980-an seperti Dilan dan Milea, pasti mengenal perangkat musik yang dulu tergolong sangat mewah, yaitu Walkman seperti yang dimaksud dalam puisi penulis blog tersebut.

Sejatinya, Walkman adalah pemutar audio kaset sebagai pemutar audio dan dalam perkembangannya menjadi pemutar video portable seperti cakram compact disc (CD).

Walkman mengubah kebiasaan mendengarkan musik, sehingga seseorang dapat mendengarkan musik di mana saja. Walkman dirilis pada 1979 dengan nama “Walkman” di Jepang dan disebut Soundabout di negara seperti Amerika Serikat (AS), Freestyle di Swedia, serta Stowaway di Inggris.

Peralatan ini dibuat pakar audio Nobutoshi Kihara pada 1978 untuk mantan pimpinan Sony Akio Morita, yang ingin mendengarkan musik ketika melakukan perjalanan dengan pesawat udara. Morita tidak menyukai nama Walkman dan meminta untuk mengantinya, tetapi dibatalkan ketika pelaksana juniornya telah memulai penjualannya dengan nama Walkman, sehingga akan mahal ketika diganti.

Perangkat pemutar kaset musik portabel ini boleh dibilang revolusioner pada zamannya dan menjadi tren anak-anak muda kala itu. Walkman merek Sony, pertama kali dijual dengan harga supermahal, antara 39.433 yen dan 57.109 yen pada dekade akhir 1970-an.

Perangkat pemutar kaset ini dinilai cukup revolusioner pada masanya sebelumnya hadinya iPod. Sebagai pemutar musik portabel pertama, kehadiran gadget ini membuat earphone atau headphone untuk pertama kalinya bisa digunakan sembari beraktivitas misalnya bersepeda, joging, jalan-jalan, dan aktivitas dengan mobilitas tinggi lainnya.

Para pecinta musik bebas untuk mendengarkan musik dari mana saja. Sebab, sebelumnya mereka terpaku harus mendengarkan musik dari radio tape stereo yang besar dan berat.

Sejak penjualan perdana pada 1979, Sony Walkman telah dijual lebih 400 juta perangkat. Dari situ, produsen elektronik besar lainnya seperti Aiwa dan Panasonic, juga menciptakan pemutar musik kaset portabel. Bahkan, tidak lama setelah “booming”, pemutar portabel yang terbilang mini pada saat itu juga diproduksi berbagai produsen dari China.

Ketika era berganti, Sony membuat Walkman versi pemutar compact disc (CD) yang dikenal dengan nama Discman pada 1984. Selanjutnya pemutar CD itu bertransformasi menjadi pemutar minidisc, dan terakhir membuat pemutar MP3. Setelah era MP3 player, Sony menjual perekam suara digital yang disebut Scoopman.

Ketika era meraja, Sony sempat memperkenalkan ponsel seri Walkman bagi penggunanya. Mendapat respons positif, Sony sempat menelurkan beberapa seri ponsel Walkman itu. Bahkan, Sony sendiri pun ikut terlibas persaingan ketat dari Samsung, Apple, dan perangkat ponsel China. Saat ini, Sony bahkan tidak masuk ke lima merek ponsel pintar teratas secara global.

Dikutip dari The Verge, dari 400 juta Walkman yang terjual, 200 di antaranya adalah pemutar kaset. Kendati demikian, Sony akhirnya mengeutanasia atau “menyuntik mati” Walkman pemutar kaset pada 2010 ketika serbuan iPod dan aplikasi pemutar lagu pada smartphone semakin populer.

Ketika era feature phone meraja, Sony sempat memperkenalkan ponsel seri Walkman bagi penggunanya. Mendapat respons positif, Sony sempat menelurkan beberapa seri ponsel Walkman tersebut.

Ketika era ponsel pintar makin menanjak, Sony sempat mencoba mengulang peruntungan dengan memperkenalkan ponsel seri Walkman pada segmen smartphone. Sony juga memperkenalkan aplikasi Walkman sebagai pemutar musik file digital. Kendati demikian, aplikasi tersebut gagal memulihkan era kejayaan Walkman.

Bahkan, saat ini smartphone Sony sendiri juga ikut terlibas persaingan ketat dari Samsung, Apple, dan perangkat ponsel China. Saat ini, Sony bahkan tidak masuk dalam deretan populer merek ponsel pintar teratas secara global.