Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan program ini dirancang untuk menghadirkan peluang nyata bagi perempuan Indonesia dalam ekonomi digital global.
“Program ini mencerminkan komitmen Indosat untuk memberdayakan Indonesia secara inklusif, di mana perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa. Melalui kolaborasi lintas negara dan akses ke investor, SheHacks memperluas dampaknya dari Indonesia ke Asia Tenggara,” ujarnya.
Selama kunjungan tersebut, para peserta mengikuti 51 sesi business matching, mentoring intensif dengan pakar AI dan strategi bisnis, hingga diskusi dengan berbagai institusi inovasi di Vietnam.
Kegiatan ini juga menghadirkan featured events bersama investor dan ecosystem enablers.
Dari rangkaian kegiatan tersebut, SheHacks berhasil membuka koneksi strategis dengan enam investor, enam instansi pemerintah, dan sembilan calon mitra ekosistem inovasi di Vietnam.
Capaian ini menjadi fondasi penting untuk memperluas kolaborasi lintas negara di masa depan.
Program ini juga melibatkan sejumlah lembaga penting di Vietnam, seperti Department of Science & Technology (DOST), Startup & Innovation Hub (SIHUB), HCMC Innovation Department, Business Startup Support Centre (BSSC), dan Investment & Trade Promotion Center (ITPC).
Keterlibatan institusi tersebut membuka peluang soft landing bagi startup Indonesia untuk memasuki pasar Vietnam.
Melalui program ini, para founder mendapatkan pemahaman lebih dalam mengenai regulasi bisnis di Vietnam, peluang ekspansi pasar, serta strategi adaptasi model bisnis untuk kawasan Asia Tenggara.
Indosat menegaskan bahwa inisiatif ini menjadi langkah penting untuk memperluas gerakan SheHacks di kawasan Asia.















