Dari Teras Rumah ke Panggung Nasional, Batik ChaCha Mentari Angkat UMKM Persit Rejang Lebong

Dari Teras Rumah ke Panggung Nasional, Batik ChaCha Mentari Angkat UMKM Persit Rejang Lebong

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Bengkulu — Komitmen Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) dalam mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga prajurit kembali menunjukkan hasil nyata.

Salah satu anggotanya, Dewa, berhasil mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Batik ChaCha Mentari yang kini terpilih sebagai perwakilan dalam program nasional Persit Bisa tahun 2026.

Dewa, yang juga berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Rejang Lebong, dinilai mampu memadukan peran domestik, profesional, dan sosial melalui inisiatif pemberdayaan perempuan berbasis ekonomi kreatif.

Dari Teras Rumah ke Panggung Nasional, Batik ChaCha Mentari Angkat UMKM Persit Rejang Lebong
Batik ChaCha Mentari dari Rejang Lebong berhasil masuk program Persit Bisa 2026, dorong pemberdayaan perempuan dan pelestarian budaya Kaganga.

Berangkat dari keprihatinannya terhadap kondisi ibu rumah tangga di lingkungan sekitarnya yang memiliki keterampilan namun belum terfasilitasi secara produktif, ia mulai menginisiasi pelatihan batik rumahan. Kegiatan tersebut menjadi titik awal lahirnya Batik ChaCha Mentari, yang kini berkembang menjadi UMKM berbasis komunitas.

“Saya melihat banyak ibu-ibu memiliki waktu dan potensi, tetapi belum memiliki wadah untuk berkembang. Dari situ muncul keinginan untuk membangun ruang belajar bersama, agar mereka bisa mandiri secara ekonomi,” ujar Dewa.

Batik ChaCha Mentari mengangkat kekayaan budaya lokal Kabupaten Rejang Lebong melalui motif yang terinspirasi dari aksara Kaganga, warisan leluhur masyarakat Rejang yang sarat nilai filosofis dan historis.

Dari Teras Rumah ke Panggung Nasional, Batik ChaCha Mentari Angkat UMKM Persit Rejang Lebong
Batik ChaCha Mentari dari Rejang Lebong berhasil masuk program Persit Bisa 2026, dorong pemberdayaan perempuan dan pelestarian budaya Kaganga.

Produk ini tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya daerah.

Saat ini, UMKM tersebut melibatkan tiga pengrajin aktif dengan kapasitas produksi antara 10 hingga 30 lembar kain per bulan. Proses produksi dilakukan secara tradisional, mulai dari pembuatan pola, pencantingan, hingga pewarnaan.

Meski masih dalam skala terbatas dengan pemasaran yang dominan di wilayah Bengkulu, Batik ChaCha Mentari mulai menunjukkan tren pertumbuhan positif seiring meningkatnya minat terhadap produk batik lokal berciri khas.

Keberhasilan ini mendapat perhatian dari jajaran Persit KCK. Ketua Cabang XX Dim 0409 Koorcab Rem 041 PD XXI/Radin Inten, Ny. Ratih Agung, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.