Terkini, Jakarta — Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Kodam XXI/Radin Inten terus memperkuat perannya dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga prajurit melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan yang menyasar peningkatan kapasitas dan produktivitas anggota.
Salah satu contoh nyata datang dari Ibu Dewa, anggota Persit yang juga berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Rejang Lebong.
Di tengah perannya sebagai istri prajurit dan abdi negara, ia berhasil menginisiasi UMKM Batik ChaCha Mentari sebagai wadah pemberdayaan perempuan berbasis ekonomi kreatif.
Inisiatif tersebut berangkat dari keprihatinannya terhadap kondisi ibu rumah tangga di lingkungan sekitarnya yang memiliki waktu dan keterampilan, namun belum memiliki akses terhadap kegiatan produktif yang berkelanjutan.
“Banyak ibu-ibu sebenarnya punya potensi dan keterampilan, tetapi belum memiliki ruang untuk berkembang. Dari situ kami mulai belajar bersama, saling mendukung, hingga akhirnya bisa menghasilkan produk yang bernilai ekonomi,” ujar Dewa.
Kegiatan yang awalnya dilakukan secara sederhana di teras rumah itu kemudian berkembang menjadi kelompok usaha bersama. Para anggota belajar secara bertahap, mulai dari menggambar pola, proses pencantingan, hingga teknik pewarnaan kain batik.
Batik ChaCha Mentari sendiri mengusung kekhasan budaya lokal Kabupaten Rejang Lebong, dengan motif yang terinspirasi dari aksara Kaganga, aksara tradisional masyarakat Rejang yang sarat nilai filosofis dan historis.
Pengangkatan unsur budaya ini menjadi identitas sekaligus nilai tambah produk di tengah persaingan pasar batik nasional.
Saat ini, UMKM tersebut melibatkan tiga pengrajin aktif dengan kapasitas produksi berkisar 10 hingga 30 lembar kain per bulan. Seluruh proses produksi masih dilakukan secara tradisional untuk menjaga kualitas dan keaslian motif.















