Wamenpar Ni Luh Puspa: DXI 2026 Perkuat Daya Saing Wisata Petualangan

Wamenpar Ni Luh Puspa: DXI 2026 Perkuat Daya Saing Wisata Petualangan

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta — Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa penyelenggaraan Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata petualangan kelas dunia.

Dalam sambutannya pada pembukaan DXI 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (23/4), ia menyampaikan bahwa ajang tersebut berperan penting dalam memperluas jejaring sekaligus mendorong penguatan industri wisata berbasis pengalaman alam.

“DXI yang telah diselenggarakan sebanyak 18 kali ini menjadi langkah konkret untuk menguatkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata adventure tingkat global,” ujarnya.

Data Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menunjukkan sekitar 75 persen wisatawan yang berkunjung ke Indonesia menjadikan wisata alam sebagai daya tarik utama.

Dari jumlah tersebut, sekitar 65 persen memilih wisata pesisir dan bahari. Sektor ini berkontribusi signifikan, yakni sekitar 32–42 persen terhadap total aktivitas ekonomi pariwisata nasional atau setara 1,5–2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Tren ini tidak terlepas dari perubahan perilaku wisatawan pascapandemi COVID-19 yang kini lebih mengutamakan pengalaman bermakna, personal, dan autentik.

Aktivitas seperti diving, surfing, sailing, hingga trekking semakin diminati sebagai bagian dari wisata minat khusus.

Untuk mendukung pertumbuhan sektor tersebut, pemerintah menempatkan aspek keamanan dan keselamatan sebagai prioritas utama.

Sejak 2025, program peningkatan keselamatan wisata diperkuat melalui pelatihan dan sertifikasi bagi pemandu wisata serta pelaku industri pariwisata berbasis alam.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan sekaligus mendukung target kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 16–17 juta pada 2026, setelah sebelumnya Indonesia mencatatkan 15,4 juta kunjungan.