Terkini, Bandung — Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid menegaskan pentingnya literasi digital, etika teknologi, serta kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi generasi muda.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Telkom University, Bandung.
Dalam kesempatan tersebut, Meutya menekankan bahwa tantangan ruang digital saat ini tidak hanya berkaitan dengan percepatan teknologi, tetapi juga meningkatnya misinformasi serta risiko siber.
Karena itu, generasi muda diharapkan mampu mengambil peran sebagai agen literasi digital di tengah masyarakat.
“Bekal ilmu ini menempatkan adik-adik agar tidak sekadar mengikuti arus digitalisasi, tetapi juga berani mengambil peran sebagai penggerak untuk menciptakan nilai dan memperkuat daya saing bangsa, khususnya di bidang digital,” ujar Meutya.
Ia juga menegaskan bahwa misinformasi telah menjadi tantangan global. Pemerintah, menurutnya, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan generasi muda sebagai penjaga kebenaran di ruang digital.
“Di mana pun kalian berada nanti, jadilah pandu literasi digital di daerah masing-masing. Pemerintah membutuhkan peran kalian untuk menjaga kebenaran di tengah banjir informasi,” tegasnya.
Dihadiri Pimpinan TelkomGroup dan Akademisi
Kehadiran Menkomdigi turut didampingi Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini, serta Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba. Rombongan disambut oleh Rektor Telkom University Suyanto beserta jajaran.
Momentum wisuda ini dinilai strategis untuk memperkuat nilai kepemimpinan, etika digital, serta kesiapan lulusan dalam menghadapi dinamika industri.















