Cuaca Ekstrem Mengintai, BMKG Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Cuaca Ekstrem Mengintai, BMKG Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, meskipun sebagian daerah mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.

BMKG mencatat, pada periode 27–29 April 2026 terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat di berbagai wilayah.

Curah hujan signifikan terpantau di Sulawesi Selatan mencapai 118,4 mm per hari, Maluku 99,0 mm per hari, serta Bali 90,3 mm per hari.

“Curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih teramati di sejumlah wilayah Indonesia,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Minggu (3/5/2026).

Kondisi ini dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang melintasi wilayah Indonesia, sehingga meningkatkan pembentukan awan hujan dalam skala luas.

Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 2 turut memperkuat pembentukan awan hujan, terutama di wilayah barat Indonesia serta sebagian Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

BMKG menambahkan, faktor lokal seperti pemanasan permukaan pada siang hari serta kelembapan udara yang tinggi turut mempercepat proses konveksi yang memicu hujan.

Suhu Tinggi dan Pengaruh Monsun

Di sisi lain, suhu maksimum harian yang cukup tinggi masih terpantau di sejumlah wilayah, seperti Sumatra Utara mencapai 36,8°C dan Aceh 36,6°C.

Menurut BMKG, kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya intensitas radiasi matahari serta mulai menguatnya monsun Australia yang ditandai dengan dominasi angin timuran.