Ketua ASITA Papua Barat Daya Dorong Penguatan Wisata FIT dan Legalitas Usaha Pariwisata

Ketua ASITA Papua Barat Daya Dorong Penguatan Wisata FIT dan Legalitas Usaha Pariwisata

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Dalam RAKERNAS ASITA 2026, Papua Barat Daya mengirimkan tiga perwakilan untuk mengikuti agenda organisasi dan pembahasan strategis nasional.

Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang penting untuk menyatukan pandangan antar-DPD ASITA dari seluruh Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan industri pariwisata.

“Kami ingin mendapatkan insight terkait apa yang dilakukan ASITA ke depan dan apa yang harus kami lakukan di daerah. Dengan rakor seperti ini, masing-masing DPD bisa punya pandangan yang sama,” katanya.

Ia juga berharap berbagai isu pariwisata di daerah dapat lebih cepat mendapat respons baik dari organisasi maupun pemerintah karena setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda.

“Isu di Aceh berbeda dengan NTT, berbeda dengan Papua. Jadi kalau ada isu di daerah, harapannya bisa lebih cepat ditanggapi dan mendapat respons,” ujarnya.

Terkait potensi wisata di Papua Barat Daya, Yulius menyebut daerahnya memiliki banyak destinasi unggulan mulai dari wisata bahari, wisata sungai, hingga wisata pengamatan burung.

Namun demikian, wisata bahari masih menjadi daya tarik utama yang paling dikenal wisatawan.

“Kalau di Papua memang yang paling dikenal itu wisata baharinya, tetapi sebenarnya kami punya banyak potensi wisata lainnya,” katanya.