PP INTI Beri Beasiswa ke Cathlyn dan Meivy di Tengah Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel

PP INTI Beri Beasiswa ke Cathlyn dan Meivy di Tengah Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Dalam surat permohonan keterlibatan yang ditandatangani Ketua Umum GEMA INTI, Erfan Sutono Nio, organisasi tersebut menyatakan kehadirannya bertujuan untuk mendorong proses seleksi yang transparan dan akuntabel.

“Memberikan masukan konstruktif guna menjaga integritas dan kredibilitas seleksi Paskibraka serta mendukung terciptanya suasana yang kondusif dengan menjunjung tinggi nilai kebhinekaan dan persatuan bangsa,” tulis Erfan dalam surat tersebut.

Meski demikian, PP INTI dan GEMA INTI tetap menghormati kewenangan panitia dan institusi terkait dalam proses seleksi Paskibraka tingkat nasional.

“PP INTI menghormati kewenangan panitia dan institusi terkait dalam proses seleksi tersebut. Namun pada saat yang sama, kami berharap seluruh proses dapat dijelaskan secara proporsional dan transparan demi menjaga kepercayaan publik serta semangat persatuan dalam keberagaman,” tutur Hardy.

Dugaan Diskriminasi Jadi Sorotan

Polemik ini bermula setelah nama Cathlyn Yvaeni Lesmana, perwakilan Kota Makassar, dikabarkan dicoret dari daftar peserta yang lolos ke tingkat nasional.

Cathlyn sebelumnya disebut masuk dalam tiga besar hasil seleksi. Namun posisinya dikabarkan digantikan peserta lain yang menurut informasi beredar tidak masuk dalam 10 besar hasil seleksi calon Paskibraka nasional asal Sulawesi Selatan.

Kasus tersebut ramai diperbincangkan di media sosial melalui sejumlah unggahan, salah satunya akun TikTok dan Instagram @orangdalam.update yang menyoroti dugaan ketidaktransparanan proses seleksi.

Salah satu poin yang menjadi perhatian publik ialah adanya dugaan penambahan tes bahasa daerah yang disebut tidak tercantum dalam pedoman resmi seleksi dari pusat.

Ketua INTI Sulawesi Selatan, Albertus Yap, meminta seluruh pihak mengedepankan prinsip kesetaraan warga negara serta mendorong keterbukaan dalam proses seleksi.