Hal-hal yang sebelumnya dianggap biasa, seperti makanan, air bersih, tempat tinggal yang nyaman, kesehatan, hingga kebersamaan dengan keluarga, menjadi nikmat yang terasa sangat berharga setelah menjalani rangkaian ibadah haji.
Terus Bergerak dan Bertawakal
Rangkaian tawaf dan sa'i menjadi simbol kehidupan yang harus terus dijalani dengan usaha dan keyakinan kepada Allah SWT.
"Kadang hidup terasa berulang dan melelahkan. Haji mengajarkan agar terus bergerak, terus berusaha, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah," kata Shamsi Ali.
Ujian Sesungguhnya Dimulai Setelah Pulang
Menurut Shamsi Ali, bagian tersulit dari ibadah haji justru dimulai ketika seseorang kembali ke rumah. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga kualitas ibadah, akhlak, dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
"Jika kebiasaan kita tidak berubah setelah pulang, mungkin kita telah mengunjungi Rumah Allah, tetapi Allah belum benar-benar hadir dalam hati kita," tulisnya.
Ia menutup refleksinya dengan mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kebersamaan dengan Allah SWT dalam setiap aktivitas kehidupan.
"Sebelum haji, saya pikir saya pergi ke Rumah Allah. Setelah haji, saya sadar bahwa Allah mengundang saya untuk membawa-Nya ke dalam rumah, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari," tutup Shamsi Ali.















