Haji Jangan Berhenti di Makkah, Ini Delapan Pelajaran yang Harus Dibawa Pulang

Haji Jangan Berhenti di Makkah, Ini Delapan Pelajaran yang Harus Dibawa Pulang

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Jutaan Muslim dari berbagai negara, budaya, bahasa, dan mazhab berkumpul dalam satu tujuan yang sama.

"Di sana kita menyaksikan ummatan wahidah atau umat yang satu. Perbedaan yang sering diperdebatkan terasa sangat kecil ketika melihat persaudaraan Islam yang begitu nyata," katanya.

Makna Pengorbanan

Nilai pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS juga menjadi pelajaran penting dalam ibadah haji. Tidak hanya berkorban secara materi, jemaah juga belajar mengorbankan kenyamanan demi menjalankan perintah Allah SWT.

Pengalaman tersebut, menurut Shamsi Ali, akan membantu seseorang lebih mudah mendahulukan kewajiban agama dibandingkan kepentingan pribadi.

Menghargai Waktu

Selama berada di Tanah Suci, setiap momen menjadi sangat berharga. Jemaah dituntut memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk beribadah.

"Haji mengajarkan bahwa hidup ini singkat dan keberkahan waktu jauh lebih penting daripada sekadar memiliki banyak waktu," tulisnya.

Kesempatan Memulai Lembaran Baru

Salah satu momen paling berkesan dalam ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Pada saat itu, setiap jemaah memohon ampunan dan rahmat Allah SWT.

Shamsi Ali mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa orang yang berhaji dengan benar akan kembali seperti bayi yang baru dilahirkan ibunya, bersih dari dosa.

"Tak ada dosa yang terlalu besar untuk dihapus. Kesadaran ini memberi keberanian untuk terus bertobat dan memaafkan sesama," ujarnya.

Belajar Bersyukur

Pengalaman hidup sederhana selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina juga mengajarkan makna syukur yang sesungguhnya.