Terkini.id, Jakarta - Tekanan batin dengan berbagai alasan tanpa penanganan yang tepat, dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan mental seperti depresi dan gangguan dengan kecemasan yang berlebihan.
Sejatinya, bila tidak ditangani dengan secara preventif maka kondisi tersebut berpotensi menimbulkan perilaku yang membahayakan diri, misalnya percobaan bunuh diri. Oleh sebab itu, jangan sepelekan hal ini. Untuk itu, kenali lebih jauh terkait tekanan batin dan cara mengatasinya.
Tekanan batin, jika disadur dari berbagai literatur kesehatan terutama terkait psikis, dapat disebabkan berbagai hal yang membuat seseorag gugup, marah, dan frustasi berat, misalnya saat baru bercerai, patah hati karena baru saja putus dengan pasangan, ditinggal keluarga atau teman dekat yang baru meninggal, keguguran, mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK), atau sering mengalami perundungan (bullying). Tekanan batin pun kerap dialami orang yang mengalami kekerasan, misalnya pelecehan seksual atau pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Dalam akun Instagramnya, @Lia_Lestari29 yang diposting pada 12 Maret 2021 lalu, seperti dikutip Terkini.id pada Jumat 11 Juni 2021, Youtuber cantik Lia Lestari dengan nama kanal Lia Lestari Journey, mengungkapkan terkait bagaimana dirinya dapat bebas dari keterpurukan dan tekanan batin yang sangat berat.
“JUJUR KEPADA DIRI SENDIRI adalah pekerjaan sulit tapi berdampak sangat besar untuk kehidupan,” demikian tulis Lia Lestari dalam akun Instagramnya yang memiliki followers atau pengikut sebanyak 46.188 orang.

Ia juga menulis, “Di era informasi dan revolusi industri 5.0 sekarang ini, sangat sulit untuk fokus menjadi diri sendiri. Mudahnya informasi berkelindan, cepatnya internet, dan makin terjangkaunya kuota membuat gaya hidup ter-deliver dengan sangat cepat,” imbuhnya dalam tulisannya.
Youtuber yang lagi naik daun lantaran tema-tema yang diangkatnya di kanal Youtubenya tergolong unik dan bernuansa “kontroversial” ini juga menulis:
“Dalam sekejap muncul anak-anak muda bergaya hidup kekinian dan tentu saja untuk mencapainya memerlukan budget tak sedikit. Tak perlu menjadi terkenal jika ingin mendapatkan pujian atau cacian. Teman kita pun bisa memuji kita bila feed social media kita bagus-bagus. Tapi sebaliknya, teman kita pun bisa mencela kita jika kita tampak kuper (kurang percaya diri) dan kurang update di social media. Dalam sekejap hidup kita jadi mudah dibanding-bandingkan,” paparnya.
Ia melanjutkan dengan menulis, “Ketika saya jatuh ke titik nol, mau tak mau saya harus jujur pada diri sendiri. Saya harus menerima kemiskinan dan kebangkrutan saya, dan saya harus legowo (legawa) menerima kenyataan. Di saat teman-teman saya menuai kesuksesan dan kemapanan di usia 30-an, saya malah terbuang jauh ke dasar jurang tanpa punya apa-apa. Mau tak mau saya harus jujur. Jujur tidak punya uang. Jujur tidak punya rumah. Jujur tidak punya pekerjaan. Saya menerima walaupun prosesnya bertahap,” imbuhnya.
“Bahkan untuk menenangkan batin, saya sampai membatasi pertemanan dengan ekstrim untuk meminimalisir komentar ‘julid’ yang tidak perlu,” katanya.
Sekadar diketahui, julid yang dimaksud Lia Lestari adalah istilah kata yang memiliki konotasi dan makna negatif yang muncul di media sosial pada 2019 lalu. Seperti diketahui, penyanyi Syahrini adalah orang pertama yang mempopulerkan kata julid saat itu. Hampir serupa dengan ghibah, namun istilah julid sedikit berbeda karena diungkapkan kepada orang yang dituju secara langsung.
“Kini saya mulai menyadari, jujur pada diri sendiri ternyata lebih mendamaikan diri. Ketika saya melepas semua hasrat dan kemelekatan pada apapun itu, di situlah luka batin saya perlahan sembuh,” sambung Lia Lestari lagi.
Masih dalam akun Instagramnya @Lia_Lestari29, ia mengimbau, “Buat yangg lagi stres dan merasa ada di titik terendah, coba deh untuk jujur dan menerima diri sendiri apa adanya. Coba deh untuk melepas perlahan semua kemelekatan dan hasrat/ambisi terhadp apapun itu. Ini sudah saya buktikan ampuh buat mengatasi depresi dan bangkit dari keterpurukan,” pesannya.
Lia Lestari dengan bijak juga mengimbau, “Ketika kita mau menerima diri kita apa adanya, di situlah hidup akan membukakan jalan untuk kita,” demikian tutup tulisannya.
Tulisan Lia Lestari terkait kesuksesannya mengeliminasi keterpurukan dirinya itu disukai atau di-like 1,133 orang dengan beragam komentar positif.















