Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun dan Restui Buyback Rp4 Triliun dalam RUPST 2025

Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun dan Restui Buyback Rp4 Triliun dalam RUPST 2025

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Menurut manajemen, buyback dilakukan sebagai strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham Perseroan di tengah fluktuasi pasar.

Rapat juga menyetujui perubahan susunan pengurus guna memperkuat tata kelola perusahaan dan mendukung percepatan transformasi bisnis TelkomGroup.

Untuk periode kepengurusan terbaru, posisi Komisaris Utama dijabat Angga Raka Prabowo, sementara Dian Siswarini dipercaya memimpin Perseroan sebagai Direktur Utama bersama jajaran direksi lainnya.

Kinerja dan Transformasi TLKM 30

Sepanjang 2025 hingga kuartal pertama 2026, Telkom mencatat kemajuan signifikan dalam implementasi strategi transformasi TLKM 30 yang berfokus pada empat pilar utama, yaitu Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlocking Value, serta Modus-operandi Shift.

Dari sisi kinerja keuangan, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, EBITDA Rp72,24 triliun, dan laba bersih Rp17,81 triliun sepanjang tahun buku 2025.

Perseroan juga melakukan percepatan depresiasi sebagai bagian dari agenda total governance reset. Kebijakan tersebut berdampak pada penurunan laba bersih secara akuntansi, namun tidak memengaruhi arus kas operasional karena bersifat non-cash.

Dalam aspek streamlining, Telkom telah menyederhanakan portofolio bisnis melalui perampingan enam entitas usaha dan menyelesaikan divestasi AdMedika Group pada awal Juni 2026.

Sementara itu, pada pilar unlocking value, perusahaan mulai melakukan monetisasi aset infrastruktur melalui spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia yang ditargetkan selesai pada kuartal ketiga 2026. Telkom juga kembali membuka peluang kemitraan strategis untuk pengembangan bisnis pusat data (data center).

Adapun dalam aspek modus-operandi shift, Telkom mulai menerapkan model HoldCo–OpCo dengan sistem pelaporan berbasis segmen guna meningkatkan transparansi serta akuntabilitas kinerja perusahaan.