Terkini, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi membuka Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis 11 Juni 2026.
Selain menargetkan peningkatan nilai transaksi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga membidik jumlah pengunjung lebih dari enam juta orang selama penyelenggaraan pameran tahunan terbesar di ibu kota tersebut.
Target itu meningkat dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencatat sebanyak 5,9 juta pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp7,3 triliun.
Dalam sambutannya, Pramono optimistis Jakarta Fair 2026 mampu mencatatkan capaian yang lebih tinggi, baik dari sisi jumlah pengunjung maupun nilai transaksi.
“Tahun lalu pengunjungnya 5,9 juta, transaksinya Rp7,3 triliun. Mudah-mudahan tahun ini di atas Rp8 triliun, yang hadir di atas 6 juta,” kata orang nomor satu di Propinsi DKI Jakarta ini.
Ia menambahkan, peningkatan transaksi menjadi salah satu indikator penting keberhasilan Jakarta Fair sebagai ajang promosi dan penguatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Saya dengar tahun ini mudah-mudahan bisa Rp8 triliun. Kalau bisa Rp8 triliun, dari tahun ke tahun rekor itu terpecahkan,” ujarnya.
Menurut Pramono, Jakarta Fair memiliki peran strategis sebagai wadah promosi produk unggulan nasional sekaligus ruang bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.
Karena itu, ia berharap capaian tahun ini dapat menjadi pijakan menuju penyelenggaraan yang lebih besar pada tahun mendatang.
Pramono menilai penyelenggaraan Jakarta Fair 2026 juga memiliki makna khusus karena berlangsung menjelang perayaan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027.















