Sementara itu, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Ani Nigeriawati, berharap pelaksanaan IGS 2026 menjadi titik awal lahirnya berbagai kerja sama konkret antara Kota Makassar dengan mitra internasional.
Menurut Ani, kegiatan gastrodiplomasi tidak hanya bertujuan memperkenalkan kuliner dan budaya daerah kepada para diplomat asing, tetapi juga menjadi sarana memperluas jejaring kerja sama yang berdampak langsung terhadap pembangunan daerah.
"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai ajang promosi semata, tetapi menjadi pintu pembuka bagi Kota Makassar untuk semakin dikenal dunia sebagai gerbang ekonomi kawasan Indonesia Timur," ujarnya.
Ani menjelaskan, Indonesia Gastrodiplomacy Series merupakan salah satu program unggulan Kementerian Luar Negeri yang memanfaatkan kekayaan kuliner Nusantara sebagai instrumen diplomasi lunak (soft power) Indonesia di tingkat global.
Melalui pendekatan tersebut, Indonesia tidak hanya memperkenalkan cita rasa khas daerah kepada dunia internasional, tetapi juga membangun pemahaman yang lebih dekat mengenai budaya, sejarah, dan identitas bangsa.
Ia menyebutkan, sebelum pelaksanaan di Makassar, Indonesia Gastrodiplomacy Series telah sukses digelar sebanyak lima kali di berbagai daerah di Indonesia.
Setiap penyelenggaraan menghadirkan para duta besar dan perwakilan negara sahabat untuk mengenal langsung potensi daerah yang dikunjungi.
"Program ini menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan mitra internasional," pungkasnya.
Welcome Dinner tersebut turut dihadiri para duta besar dan perwakilan negara sahabat, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD Kota Makassar, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda, jajaran SKPD Pemerintah Kota Makassar, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Adapun negara-negara yang hadir berasal dari kawasan Asia, Eropa, Afrika, Amerika, hingga Pasifik, di antaranya Australia, Jepang, Malaysia, Filipina, Pakistan, Brasil, Meksiko, Finlandia, Belanda, Nigeria, Ethiopia, Zimbabwe, Fiji, Solomon Islands, Uruguay, Peru, Kamboja, Laos, Rwanda, Tunisia, dan sejumlah negara sahabat lainnya.















