Generasi Muda Jadi Agen Perubahan
Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan Safety Riding Camp menjadi salah satu bentuk kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk memperkuat peran generasi muda dalam membangun budaya keselamatan berkendara yang berkelanjutan.
Pemanfaatan media sosial juga dinilai menjadi strategi penting. Melalui platform digital, pesan keselamatan berkendara dapat dikemas secara lebih kreatif sekaligus menjangkau audiens yang lebih luas.
“Kami melihat generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam membangun budaya keselamatan berkendara,"tuturnya.
"Dengan semangat Sinergi Bagi Negeri pada gelaran SRC 2026, kami tidak hanya mencari duta keselamatan terbaik, tetapi juga memperkuat kompetensi mereka agar mampu menyampaikan pesan keselamatan berkendara secara kreatif, efektif, dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujar Muhib.
Semangat menjadi agen perubahan itu dirasakan salah satu peserta, Imam Utomo dari SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.
Baginya, keikutsertaan dalam SRC 2026 menjadi langkah awal untuk memperluas dampak edukasi keselamatan berkendara di lingkungan sekitar.
Ia berharap pengalaman dan kompetensi yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal untuk mengajak lebih banyak masyarakat membangun kebiasaan berkendara yang aman dan tertib.
“Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari generasi muda yang ikut mengampanyekan budaya keselamatan berkendara. Saya sangat antusias mengikuti Final Safety Riding Camp 2026 karena akan mendapatkan banyak pengalaman dan kompetensi baru dengan harapan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengajak lebih banyak masyarakat,” kata Imam.
Tak Sekadar Adu Keterampilan Berkendara















