"Ini merupakan atensi Bapak Presiden. Dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari dan mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," ujar Budi.
Ia menjelaskan, penyidikan mencakup dugaan korupsi pengadaan batu bara PLN yang diduga berkaitan dengan peristiwa blackout di Sumatra, dugaan korupsi PT ASABRI, serta dugaan korupsi di PT Krakatau Steel.
Selain dugaan korupsi, penyidik juga menelusuri indikasi tindak pidana suap, gratifikasi, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).
"Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini terkait dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," jelasnya.
Hingga kini, penyidik masih terus mendalami aliran dana serta keterlibatan pihak lain dalam ketiga perkara tersebut, termasuk menelusuri asal-usul aset yang telah disita sebagai bagian dari proses pembuktian di persidangan nanti.















