Terkini.id, Jakarta - Pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) pasca Lebaran 2021 ternyata berbuntut tidak mengenakkan. Pasalnya, melonjaknya kasus virus akut di Indonesia seusai libur Lebaran 2021 berdampak terhadap meroketnya angka bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur pasien Covid-19.
Untuk itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris dalam keterangan resminya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu 12 Juni 2021, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil tindakan luar biasa.
“Melihat kondisi demikian (BOR), pemerintah harus melakukan langkah luar biasa untuk meredam angka penularan, dan mengantisipasi agar faskes tidak kolaps karena melampaui batas. Langkah luar biasa tersebut harus dilakukan secara nasional, tidak cukup dengan PPKM mikro yang selama ini dilakukan,” pesannya.
Seperti diketahui, berdasarkan data Kemenkes per Jumat 11 Juni 2021, BOR di sejumlah fasilitas kesehatan di empat provinsi sudah melewati ambang batas yang ditetapkan World Health Organization (WHO), yaitu 60 persen. Adapun empat provinsi itu adalah Jawa Tengah (65 persen), DKI Jakarta (63 persen), Jawa Barat (62 persen), dan Kalimantan Barat (61 persen).
“Khusus di RSD Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, bahkan BOR sudah sampai 75 persen,” beber Charles.
Charles mengatakan, angka BOR di empat provinsi ini sangat mengkhawatirkan. Ia memperoleh sejumlah laporan adanya pasien yang pingsan saat mengantre untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Menurutnya, ada pula pasien yang meninggal dunia saat baru masuk unit gawat darurat (UGD). Ini bilang, hal itu adalah prakondisi faskes yang terancam kolaps.
Charles mengimbau, pemerintah pusat mesti menarik rem darurat, tidak lagi mengandalkan kebijakan pemerintah daerah. Terlebih, sebutnya, pengakuan dari Menteri Kesehatan Budi Gunawan yang mengungkap adanya sejumlah daerah yang diduga dengan sengaja mengurangi testing agar angka kasus Covid-19 menurun.
“Dalam kondisi ledakan Covid-19 di depan mata ini, seluruh pemangku kebijakan dan pemimpin-pemimpin daerah harus terbuka dan jujur tentang kondisi kesehatan di wilayahnya. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Selebihnya, biar pemerintah pusat yang cepat ambil kendali supaya ledakan Covid-19 yang mungkin terjadi tidak sampai sedestruktif seperti di India,” paparnya.
Sekadar diketahui, pemerintah melaporkan tambahan kasus positif Covid-19 hari ini sebanyak 7.465. Jadi total kasus positif Covid-19 sejak awal pandemi hingga saat ini mencapai 1.901.490.
Angka tersebut berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada wartawan, Sabtu 12 Juni 2021. Data kasus Covid-19 sendiri di Tanah Air diperbarui setiap pukul 12.00 WIB.
Beberapa hari terakhir, kasus harian Covid-19 mengalami penambahan sekitar 6.000-8.000 kasus per hari. Kini tambahan kasus harian mencapai 7.000-an sehari.















