Pascagempa M7,7, Kemenpar Dorong Pemulihan dan Penguatan Ketangguhan Pariwisata Labuan Bajo

Pascagempa M7,7, Kemenpar Dorong Pemulihan dan Penguatan Ketangguhan Pariwisata Labuan Bajo

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melaporkan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo tetap berjalan setelah gempa. Arus kunjungan wisatawan juga disebut relatif terjaga.

Berdasarkan laporan per 28 Agustus 2026, aktivitas pelayaran wisata tetap berlangsung dengan 2.854 keberangkatan kapal dan 32.692 pergerakan wisatawan sejak 15 Agustus 2026.

Sementara itu, arus penerbangan domestik dan internasional dilaporkan relatif stabil.

Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar juga telah kembali dibuka setelah sebelumnya sempat ditutup sementara untuk kepentingan asesmen keselamatan. Sejumlah atraksi wisata darat lainnya tetap beroperasi.

Widiyanti menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat kepada wisatawan mengenai kondisi destinasi.

“Keselamatan wisatawan dan masyarakat tetap menjadi prioritas. Informasi harus berbasis data yang sama, diperbarui secara cepat, dan disampaikan secara konsisten agar wisatawan dapat mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan,” ujarnya.

Kemenpar melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, serta pelaku industri pariwisata.

BPOLBF juga melakukan pemantauan dan asesmen terhadap daya tarik wisata, akomodasi, restoran, fasilitas pariwisata, serta aksesibilitas. Selain itu, BPOLBF mendukung penyampaian informasi, pendampingan wisatawan, dan penyaluran bantuan.

Keselamatan Wisata Bahari Diperkuat

Selain pemulihan pascagempa, pertemuan juga membahas penguatan keselamatan wisata, terutama aktivitas wisata bahari yang menjadi salah satu daya tarik utama Labuan Bajo.