Kemenpar Fokus Pulihkan Ekosistem Pariwisata
Widiyanti mengatakan kehadiran Kemenpar di Labuan Bajo bertujuan mendengarkan langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat serta industri pariwisata setelah gempa.
“Kementerian Pariwisata hadir di Labuan Bajo dengan fokus pada pemulihan dan keberlanjutan sektor pariwisata. Yang paling penting, saya datang untuk mendengar langsung kondisi, tantangan, dan kebutuhan mereka pascabencana,” ujarnya.
Menurutnya, pemulihan pariwisata harus dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan, kesiapan destinasi dan pelaku usaha untuk kembali beroperasi, serta ketergantungan masyarakat terhadap sektor pariwisata.
Pemulihan juga harus mencakup seluruh rantai ekosistem pariwisata, mulai dari destinasi, akomodasi, restoran, desa wisata, kapal wisata, pemandu hingga pelaku UMKM.
Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan pemulihan tidak hanya diukur dari perbaikan fasilitas yang rusak, tetapi juga dari kembali pulihnya aktivitas ekonomi, pekerjaan, dan pendapatan masyarakat.
Kemenpar menetapkan empat fokus utama dalam pemulihan pariwisata Flores. Pertama, memastikan keselamatan serta komunikasi publik berbasis data aktual dan konsisten. Kedua, memulihkan destinasi, industri, dan ekonomi masyarakat.
Ketiga, mengembalikan kepercayaan pasar melalui reaktivasi pariwisata secara bertahap. Keempat, memperkuat ketangguhan destinasi dalam menghadapi risiko bencana.
“Pemulihan tidak berhenti pada perbaikan kerusakan fisik. Momentum ini harus kita gunakan untuk memperkuat manajemen risiko bencana, SOP tanggap darurat, jalur dan titik evakuasi, sistem komunikasi, hingga kesiapan seluruh pelaku pariwisata menghadapi kondisi darurat,” tegas Widiyanti.
Aktivitas Pariwisata Labuan Bajo Tetap Berjalan















