Dari Tebing ke Laut, Perjuangan Nakes Jangkau Warga Pelosok Ende Pascagempa

Dari Tebing ke Laut, Perjuangan Nakes Jangkau Warga Pelosok Ende Pascagempa

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Perjalanan pulang pun tidak kalah ekstrem. Demi memangkas waktu, tim memilih jalur laut dari sebuah dermaga darurat.

Dari kawasan tebing dan jurang, para relawan langsung menaiki kapal motor dan menempuh perjalanan sekitar dua jam menyusuri pesisir selatan Pulau Ende untuk kembali ke puskesmas.

“Ekstremnya lagi, untuk memangkas waktu pulang dari Desa Nila, tim relawan harus menempuh jalur laut dari dermaga darurat. Dari tebing jurang langsung naik ke kapal,” tuturnya.

Perjalanan tersebut dilakukan karena kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat tetap harus dipenuhi, sementara sejumlah fasilitas kesehatan belum dapat berfungsi optimal akibat dampak gempa.

Di lapangan, tim menemukan warga yang masih bertahan di rumah masing-masing dengan mendirikan tenda pengungsian secara mandiri di depan rumah.

Sementara warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat mendapatkan bantuan tenda dan logistik sembari menunggu proses pemulihan serta penyediaan hunian sementara.

Keluhan Kesehatan hingga Trauma

Kondisi pascagempa mulai memunculkan berbagai persoalan kesehatan di tengah masyarakat. Sejumlah keluhan yang banyak ditemukan antara lain infeksi saluran pernapasan, sakit lambung, hipertensi, pegal-pegal atau nyeri persendian, serta gangguan tidur.

Pasien dengan penyakit kronis juga menghadapi kondisi yang lebih berat karena akses terhadap layanan kesehatan terganggu pascabencana.

Tak hanya persoalan fisik, dampak psikologis juga dirasakan masyarakat. Gempa susulan yang masih terjadi membuat sejumlah warga mengalami trauma, kecemasan, hingga gangguan tidur.