Dari Tebing ke Laut, Perjuangan Nakes Jangkau Warga Pelosok Ende Pascagempa

Dari Tebing ke Laut, Perjuangan Nakes Jangkau Warga Pelosok Ende Pascagempa

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

“Tidak jarang ditemukan warga yang mengalami trauma dan gangguan tidur karena serangan panik atau kecemasan,” kata dr. Halik.

Tim juga menemukan sejumlah kasus yang membutuhkan penanganan segera, termasuk persalinan darurat dan gagal napas akibat infeksi saluran pernapasan pada anak balita.

Penanganan dilakukan bersama petugas puskesmas, termasuk melakukan rujukan apabila pasien membutuhkan pelayanan lebih lanjut.

Menurut dr. Halik, pelayanan dengan mendatangi langsung masyarakat menjadi salah satu cara efektif untuk memenuhi kebutuhan kesehatan selama fasilitas pelayanan kesehatan masih dalam proses pemulihan.

“Tim relawan menyisir wilayah kerja di masing-masing puskesmas untuk memastikan siapa saja yang sakit di pelosok desa sekalipun mendapatkan tindakan medis segera yang seharusnya mereka dapatkan,” ujarnya.

12 Puskesmas Diperkuat Relawan Kemenkes

Kedatangan tim medis mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Keterbatasan layanan membuat warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan pengobatan.

Sejumlah puskesmas pembantu (pustu) di wilayah terdampak juga belum dapat berfungsi optimal.

Di Kabupaten Ende, dari 28 puskesmas yang ada, sedikitnya 12 puskesmas mendapatkan dukungan relawan kesehatan TCK Kemenkes RI.

Dukungan tersebut diberikan untuk memperkuat tenda pelayanan kesehatan sekaligus membantu pelayanan kesehatan bergerak dari desa ke desa di wilayah kerja puskesmas terdampak.