Terkini.id, Surabaya - Heboh sayembara donor plasma konvalesen hadiah uang tunai di Surabaya, berminat? Lonjakan kasus penularan virus corona yang menjangkiti masyarakat belakangan ini, khususnya pasca libur Lebaran 2021, membuat prihatin berbagai pihak tidak hanya pemerintah namun juga sebagian elemen masyarakat yang peduli terhadap kemaslahatan bagi kesehatan itu.
Terkait heboh kabar sayembaran donor plasma konvalesen berhadiah uang tunai di Kota Pahlawan alias Surabaya, President Junior Chamber Internation (JCI) Chapter East Java Andry Tejokusuma membenarkan, pihaknya memang tengah menggelar sayembara donor plasma konvalesen berhadiah uang tunai Rp 250 ribu di Surabaya guna membantu pasien Covid-19.
Menurutnya, hadiah uang tunai ini bukan untuk iming-iming penyintas Covid-19 agar stok plasma darah di PMI terisi kembali, melainkan sebagai sebuah bentuk penghargaan atas jiwa kepahlawanannya membantu sesama di tengah wabah virus.
“Sebenarnya nilai ini kecil tapi kita ingin supaya mereka ini berani keluar dari zona nyaman mereka, dan mereka tergerak untuk memberika donasi plasma konvalesen ini,” ujarnya, seperti dilansir dari Liputan6, Minggu 27 Juni 2021.
Andry sebelumnya juga telah berbicara dengan PMI Kota Surabaya mengenai stok plasma darah, dan mengetahui jika stok darah tersebut kosong. Ini lantaran jumlah permintaan lebih tinggi ketimbang persediaan, sebab sulitnya screening pendonor plasma.
“Jadi dari banyak pendonor tapi yang ter-Screening itu ternyata amat sangat dikit, kemarin kita ngobrol dengan PMI itu sekitar hampir di bawah 10 persen. Jadi sangat kecil sedangkan permintaan sangat tinggi,” terang Andry.
Andry bersama anggota JCI East Java lainnya tidak mencantumkan tanggal mulai dan berakhirnya sayembara donor plasma darah berhadiah uang tunai.
“Sayembara ini (sebenarnya) berlaku dari Jumat 25 Juni (2021) kemarin hingga waktu yang belum ditentukan karena kita tidak tahu kebutuhan akan plasma konvalesen ini,” imbuhnya.
Sebelum JCI East Java memberikan uang tunai sebagai hadiah kepada pendonor plasma darah yang mempunyai semangat kepahlawanan, pendonor akan didata terlebih dulu secara daring.
Kemudian, setelah lolos screening dan darahnya didonorkan kepada pasien Covid-19, maka selanjutnya pendonor akan dihubungi untuk mendapatkan penghargaannya.
“Untuk menghindari kerumunan dan hal-hal yang tidak diinginkan, maka setelah hasil screening awal dari pedaftaran akan dibagi dalam beberap grup yang terdiri dari 30 sampai 50 orang berdasarkan urutan," lanut Andry.
Kemudian, dari grup per 30 hingga 50 orang tersebut itu di-screening tahap kedua bersama PMI. Dari situ nanti ketika mereka sudah lolos sreening tahap kedua oleh PMI akan segera dilakukan proses donor konvalesennya, dan setelah terkonfirmasi PMI akan diberikan Rp 250 ribu kepada pendonor tersebut.
JCI East Java berharap, langkah sosial organisasi pengusaha muda ini dapat menularkan kebaikan dan terus menyalakan semangat kepahlawanan khususnya di Surabaya sebagai Kota Pahlawan.















