Terkini.id - Saat sedang mengalami sakit yang tergolong ringan seperti batuk dan pilek, Anda pasti sering langsung membeli obat di apotek terdekat. Tahukah Anda apa golongan obat-obatan tersebut?
Jika Anda sadari, terdapat beberapa simbol yang terdapat pada setiap kemasan obat. Simbol tersebut menandakan adanya penggolongan obat-obatan tertentu. Terdapat banyak penggolongan obat seperti obat golongan narkotika, obat herbal, obat keras, hingga obat bebas.
Semua penggolongan obat tersebut memiliki aturan tersendiri untuk mendapatkannya. Dalam artikel ini, akan lebih membahas tentang penggunaan obat bebas. Contoh obat bebas ini sendiri adalah parasetamol, combantrin, konidin, dan masih banyak lagi.
Obat bebas ini dapat ditemukan di mana saja karena tidak membutuhkan resep dokter untuk mendapatkannya. Namun, Anda juga bisa melakukan konsultasi dokter gratis online jika ingin mengetahui lebih pasti tentang obat tersebut sebelum mengonsumsinya.
Berikut ini akan dijelaskan lebih lengkap mengenai obat bebas.
Pengertian
Obat bebas adalah obat yang ternyata bisa di gunakan tanpa perlu resep dokter. Dibeberapa negara, obat bebas dikenal juga dengan sebutan obat OTC (Over the Counter).
Jika berbicara mengenai komponennya, obat bebas ini dibagi lagi menjadi dua kategori, yaitu obat bebas dan obat bebas terbatas. Obat bebas terbatas memiliki komposisi yang masih tergolong keras, walaupun dapat dibeli secara bebas.
Di Indonesia sendiri, masyarakat sering menjumpai golongan obat bebas ini diberbagai tempat. Obat-obatan ini sangat mudah untuk didapat baik di warung, apotek maupun di mini market.
Obat Bebas
Obat Bebas merupakan klasifikasi jenis obat yang paling aman. Kenapa disebut aman? Hal ini disebabkan karena obat ini bisa digunakan tanpa resep dokter.
Ciri-ciri yang paling mudah dikenali adalah adanya simbol berbentuk bulatan yang berwarna hijau pada kemasannya. Biasanya, golongan obat bebas ini lazim digunakan untuk mengobati gejala penyakit ringan.
Contoh obat bebas: Aktipet, parasetamol, suplemen, aspirin (yang di dalamnya bukan termasuk untuk yang thrombo), Bronsolvan, Neozep, Konidin, Inza, Sanaflu, Combantrin.
Obat Bebas Terbatas
Obat bebas terbatas atau yang sering dikenal sebagai obat dalam daftar W, sering disebut sebagai obat yang dalam jumlah tertentu, masih bisa di beli dan digunakan tanpa resep dokter.
Beberapa ahli juga menyebutkan bahwa obat jenis ini tergolong ke dalam obat-obatan keras. Meskipun masih tergolong dalam obat keras, obat ini tetapi masih dijual bebas. Ciri yang paling mudah dijumpai adalah obat ini memiliki tanda lingkaran biru bergaris tepi hitam di kemasannya.
Contoh: obat anti mabuk (antimo), obat flu, obat anti radang, bronkodilator (neo napacin), obat batuk, betadine dan beberapa jenis antihistamin.
Selain adanya simbol lingkaran hitam warna biru bergaris tepi hitam, pada kemasan obat jenis ini biasanya juga tertera peringatan yang bertanda kotak dan di labeli tebal, bertuliskan sebagai berikut :
- No 1: Awas Obat Keras. Bacalah Aturan Pemakaiannya.
- No 2: Awas! Obat Keras. Hanya untuk dikumur, jangan ditelan.
- No 3: Awas! Obat Keras. Hanya untuk bagian luar dari badan.
- No 4: Awas Obat Keras. Hanya untuk dibakar.
- No 5: Awas Obat Keras. Tidak Boleh Ditelan
- No 6: Awas! Obat Keras. Obat Wasir, Jangan ditelan.
Manfaat Obat Bebas
Terdapat beberapa manfaat obat bebas yang bisa Anda dapatkan saat mengonsumsi obat ini, yaitu:
1. Mengurangi rasa nyeri
Dalam keseharian, sering kali kita mengalami rasa nyeri akibat kondisi kesehatan yang kurang baik. Seperti sakit kepala, nyeri keseleo maupun masalah sendi otot. Beberapa masalah ini bisa diatasi dengan obat bebas yang mudah didapatkan seperti obat oles.
2. Mengatasi gejala pilek
Obat bebas juga mudah dijumpai sebagai solusi ketika kita mengalami gejala pilek ringan maupun sedang. Obat berjenis dekongestan biasanya mudah didapatkan dan digunakan untuk mengatasi hidung yang tersumbat.
3. Meredakan gejala alergi
Jika Anda merasakan gejala alergi ringan, obat bebas juga bisa digunaan untuk mengobati alergi tersebut. Obat ini biasanya tergolong dalam jenis antihistamine.
4. Meredakan Ruam atau Gatal pada Kulit
Obat bebas juga banyak ditemui untuk mengatasi masalah gatal atau ruam. Misalnya obat hidrokortison. Jika Anda mengalami masalah jamur, Anda juga bisa menggunakan krim anti jamur seperti miconazole.
5. Meredakan sakit perut ringan
Di kehidupan sehari-hari pun, ada banyak sekali masalah yang dapat menyebabkan sakit perut, seperti diare atau perut mual. Nah, ada beberapa jenis obat bebas yang bisa digunakan untuk meredakan sakit perut seperti oralit.
Penggunaan
Obat bebas maupun obat bebas terbatas memang boleh digunakan dalam dosis sejawarnya. Sebab, dalam kondisi batas tertentu, ada sakit ringan yang masih dibenarkan untuk melakukan pengobatan sendiri. Tentu saja dengan mengonsumsi golongan obat bebas maupun bebas terbatas yang mudah diperoleh di sekitar kita.
Meskipun demikian, kita tidak dianjurkan untuk melakukan uji coba sendiri terhadap obat bebas terbatas yang diperoleh dengan resep dokter. Apa lagi, mengonsumsi obat bebas melebihi dosis yang tertera pada kemasan obat tersebut.
Hal lain yang harus diperhatikan saat menggunakan obat bebas maupun obat bebas terbatas adalah pastikan obat tersebut memiliki izin beredar yang jelas dari badan pengawasan obat dan makanan atau departemen kesehatan. Biasanya, kode atau nomor ini tertera di balik label. Jangan lupa juga saat mengecek label pastikan bahwa anda mengkonsumsi obat yang masih belum kadaluarsa.
Risiko Penggunaan Obat Bebas
Meskipun pada praktiknya obat bebas bisa dikonsumsi dan dibeli dengan mudah, tetapi ada beberapa resiko yang bisa muncul saat mengkonsumsi obat bebas. Antara lain:
1. Efek samping Obat
Setiap mengonsumsi suatu obat, terdapat beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelahnya. Efek samping yang biasanya terdapat pada jenis obat bebas adalah mengantuk.
2. Interaksi obat dengan Makanan atau suplemen yang di konsumsi
Saat mengkonsumsi obat bebas, biasanya obat tersebut juga memiliki reaksi dengan makanan atau minuman jenis tertentu. Interaksi ini bisa menyebabkan kinerja dari obat tidak efektif.
3. Interaksi obat bebas dengan obat lain
Obat bebas terkadang bereaksi terhadap obat lain yang dikonsumsi secara bersamaan. Sebab itu, penting untuk memastikan dan memahami kandungan obat yang Anda konsumsi. Sebab tidak jarang Anda dapat mengonsumsi obat secara berlebihan atau kelebihan dosis, karena tidak menyadari jika kedua obat tersebut memiliki kandungan yang sama.
4. Reaksi alergi
Meskipun dapat digunakan secara bebas, obat jenis ini tetap dapat menimbulkan reaksi alergi bagi Anda yang mungkin saja memiliki alergi terhadap salah satu obat bebas. Untuk itu, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
Nah, agar tidak terkena resiko mengonsumsi obat bebas, tentu Anda perlu bijak dalam memilih dan juga mengonsumsinya. Jika tidak yakin dengan obat bebas yang akan Anda konsumsi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.














