Anies Khianati AHY, Prediksi Denny Siregar: Demokrat Kemungkinan Dukung Ganjar

Anies Khianati AHY, Prediksi Denny Siregar: Demokrat Kemungkinan Dukung Ganjar

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Riefky menyatakan, Demokrat merasa dikhianati usai Anies Baswedan secara mendadak meminang Cak Imin untuk menjadi cawapres pada kontestasi politik 2024.

Pasalnya, menurut Riefky, Anies sebelumnya telah memilih AHY sebagai Cawapres-nya melalui mandat yang telah diberikan oleh tiga parpol yang tergabung di Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

"Sesuai dengan mandat yang telah diberikan oleh ketiga Ketua Umum Partai Politik yang masing-masing ditandatangani oleh Ketua Umum Nasdem Surya Paloh; Presiden PKS Ahmad Syaikhu; dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono untuk menentukan siapa calon wakil presiden yang dipilihnya, maka pada 14 Juni 2023, Capres Anies memutuskan untuk memilih Ketum AHY sebagai Cawapresnya," kata Riefky.

"Menurut Capres Anies, ketiga pimpinan Parpol menerima putusan tersebut," tambahnya.

Namun, lanjut Riefky, mendadak Anies dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh secara sepihak menetapkan Ketum PKB Cak Imin sebagai cawapres, dan bukannya AHY.

"Pada Selasa malam, 29 Agustus 2023, di Nasdem Tower, secara sepihak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres Anies, tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS. Malam itu juga, Capres Anies dipanggil oleh Surya Paloh untuk menerima keputusan itu," ungkap Riefky.

Lantaran keputusan tersebut, pihaknya pun menilai Anies Baswedan telah mengkhianati Partai Demokrat dan AHY, maupun Piagam Koalisi KPP.

"Rentetan peristiwa yang terjadi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perubahan, pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi yang telah disepakati oleh ketiga Parpol, juga pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh Capres Anies Baswedan, yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan," ujarnya.