"Di Jogja packingnya rapi di lakban, di Makassar kardus rusak, robek dari samping salak yg isinya 15 kg berkurang," ungkapnya.
Ia pun mengaku tak masalah soal isi kardus itu yang berkurang. Yang dia permasalahkan adalah packingan barang miliknya tersebut yang tiba-tiba rusak saat tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
"Bukan soal harga barang tp etikanya tdk ada," tutur sang penumpang.
Pada unggahan tersebut, juga terlihat foto packingan barang berupa kardus milik penumpang itu yang sudah dalam kondisi rusak.
Hingga berita ini dimuat, belum ada klarifikasi dari pihak pengelola Bandara Sultan Hasanuddin Makassar terkait keluhan penumpang pesawat tersebut.















